Pesona Indira

Pesona Indira
2


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu, sekarang Indira dan Darmi sudah berada di Lampung, disebuah rumah yang sengaja dibeli oleh Darmi agar Indira dan dirinya tidak berpisah terlalu jauh


Darmi mengambil rumah di dekat kampus agar mudah memantau Indira.


kalau saja Indira tahu, kalau selama ini dirinya selalu memantaunya, entah apa yang akan terjadi.


6 tahun berlalu, Indira lulus sebagai dokter umum dengan nilai yang sangat memuaskan, selama Indira kuliah, Indira tidak pernah membuka hatinya untuk laki-laki manapun. Indira fokus dalam melanjutkan pendidikannya.


"nek, aku ambil spesialis penyakit dalamnya dimana??Bandung apa Surabaya???"tanya Indira menatap wajah darmi yang semakin tua.


"Surabaya saja sayang"Darmi tersenyum


dibalik semua senyuman Darmi begitu banyak mengandung sebuah misteri, anehnya Indira tidak pernah bertanya, siapa kedua orangtuanya, kenapa bisa Indira tinggal bersamanya.darmi pun ingin mendengar dari Indira langsung,tapi sampai usianya 24 tahun, Indira malah sibuk dengan pendidikannya.


Pagi itu Darmi dan Indira berangkat ke Surabaya.Rumah yang sudah menemaninya pun harus berpindah tangan.


Tiba di Surabaya, Darmi terkejut karena Indira sudah menyiapkan sebuah rumah yang mewah untuk mereka tempati.

__ADS_1


melihat keterkejutan Darmi,Indira hanya tertawa .


"Kok nenek kaget begitu nek"ucap Indira merangkul lengan Darmi dengan penuh kasih sayang.


"rumah ini...bagaimana bisa Indira"tanya Darmi lagi seolah tak percaya, rumah yang dia impikan di Surabaya menjadi kenyataan.


"selama kita tinggal di Lampung, aku mencari tanah di sini nek, nenek ingat gak,waktu itu..aku kelas 2 SMP, nenek bilang ke tetangga kita yang bernama Bu Hesti..kalau nenek ingin tinggal di Surabaya, karena masa kecil nenek di sini...ini rumah masa kecil nenek yang aku beli dan aku renovasi"ucap Indira menjelaskan panjang kali lebar.


"ta .tapi...bagaimana bisa Indira tahu, apa yang nenek inginkan"


"tahu lah nek, seperti nenek yang selalu mengikuti aku kemanapun aku pergi,hehehee"Indira memeluk Darmi dengan penuh kelembutan.


"bagaimana pun aku tidak kan meninggalkan nenek, kemanapun aku pergi..aku akan selalu membawa nenek...karena kalau tidak ada nenek aku gak akan bisa menjadi dokter"


Indira merangkul Darmi dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum rumahnya nek Darmi"ucap Indira tersenyum.

__ADS_1


"Waalaikumus salam"jawab seseorang dari dalam.


Darmi menganga tak percaya, seorang laki-laki yang amat dicintainya kini sudah ada dihadapannya.


"bagaimana mungkin mas Pras ada disini"Darmi menggosok kedua matanya.


Sudah 24 tahun Darmi dan Prasetyo,suaminya berpisah.


"Nak Indira, datang ke sini 1 tahun lalu, mencari saya...Indira sudah menjelaskan semuanya Bu...saya terharu ternyata kamu masih hidup"ucap Prasetyo.


Indira memeluk Darmi yang masih berdiri.


"nek...aku tahu...selama ini nenek merindukan suami nenek...ini semua aku lakukan karena aku akan sibuk dan nenek perlu teman...maafkan aku ya nek"Indira menaruh dagunya di bahu Darmi.


"Maafkan nenek ya sayang...selama ini memang nenek tidak pernah menceritakan masa lalu nenek...tapi terima kasih sudah mempertemukan nenek dan suami"


Darmi dan Prasetyo pun saling berpelukan. rasa rindu keduanya tumpah ruah.

__ADS_1


Indira tersenyum menatap keduanya dengan bahagia, sudah saatnya nenek Darmi bahagia bersama keluarga tercintanya.


"


__ADS_2