
"ya karena prasasta adalah orang yang disukai oleh listyani, prasasti sengaja menyembunyikan prasasta karena ingin memanfaatkan listyani dan prasasti mendekati kamu,ra...karena pesona mu mampu meluluh lantahkan hati seorang prasasti...dan sekarang pun prasasti tidak benar-benar melepaskan kamu,ra...suatu hari dia akan kembali dan membawamu pergi bersamanya"Andara menatap indira yang hanya tertunduk.
Gumilang memeluk bahu indira,indira menoleh dan kemudian tersenyum.
"Jangan khawatir sayang....aku akan menjagamu sampai tetes darah penghabisan"
"Insyaallah mas...manusia berusaha tapi Allah yang menentukan...kita doakan saja semoga apa yang direncanakan oleh prasasti tidak terjadi"
*****
6 bulan berlalu,
Gumilang sangat kesal bila mencium aroma tubuh dari Andara, entahlah sikap andara yang memang menjengkelkan atau apa..Gumilang tidak pernah menyadarinya.
Indira membuat ayam dan ikan bawal bakar kesukaan gumilang, tapi Gumilang bahkan tidak menyentuhnya.
Malah Andara dan keluarga besarnya yang menikmati, indira menatap Gumilang yang hanya terdiam lesu tak berdaya.
"kamu kenapa mas???"tanya indira lembut
"entahlah sayang, kalau aku melihat Andara, rasanya aku ingin muntah, kesal aku lihat tingkah lakunya dia...kalau saja dia bukan kakakmu, mungkin aku sudah memukulnya"Gumilang berbisik ditelinga indira, indira hanya mengulum senyum.
"Jangan begitu mas...itu kakak aku loh..."indira menatap Gumilang kemudian mencium wajah Gumilang.
"woi..woi...tahu tempat dong"Andara melempar Gumilang dan indira dengan buah apel.
Gumilang mengambil apel dan memakannya.
__ADS_1
Semua orang yang melihat malah tertawa melihat Gumilang yang sepertinya ingin disuapin oleh Andara.
Andara merasa seluruh badannya terasa geli.
Gumilang tidak mau makan kalau bukan andara yang menyuapi.
setelah makan, dengan rasa tidak rela, Andara mendekati Gumilang dan menyuapi seperti pada kedua anaknya.
Gumilang makan dengan lahap tanpa ada drama.
indira memeluk Andara dengan bahagia.
"Terima kasih ya kak...kakak emang is the best"
"kamu lagi hamil ya ra...??"
"coba di test pack...siapa tahu hamil...yang ngidamnya kamu aja jangan dia...geli banget nyuapin bayi tua"
mendengar andara menyebut Gumilang dengan bayi tua, Gumilang berdiri dan masuk ke dalam kamar.
Semua orang melihat dengan rasa tidak percaya.
bu darmi, terkejut melihat Gumilang yang seperti itu.
Indira menyusul Gumilang di kamar dan ternyata Gumilang sedang tiduran di tempat tidur, indira mendekat dan mengusap rambutnya dengan lembut.
"tidur ya mas...nanti kalau mau makan kasih tahu aku ya...sekarang mas gum...mau makan apa???"
__ADS_1
Gumilang menggelengkan kepala perlahan, kedua matanya berkaca-kaca membuat indira melongo.
"Mas gum, kenapa???..mas gum sakit..."
"mas gak apa-apa sayang...mas kok sensitif banget ya...mas sedih tahu, disebut bayi besar"
"hah"indira menepuk dahinya perlahan.
Selama setengah jam, indira mengusap rambut Gumilang dan tertidur pulas.
Indira keluar dari kamar dan semua orang menatapnya dengan aneh.
"kenapa kak???"indira bertanya dengan polos.
"udah tidur mas gum"Andara mendekati indira yang akn duduk di sopa
"udah kak..kenapa??"
"coba nih test pack...tadi aku beli di apotik"
"aku kan gak ada keluhan kak"
"masa iya..mas gum yang di test pack sih ra..ngaco kamu"
indira tertawa membuat semuanya menggelengkan kepala.
indira pun menggunakan kamar mandi dekat dapur untuk menggunakan test pack yang tadi diberikan oleh andara.
__ADS_1
Lima menit kemudian, indira keluar dengan wajah yang sumringah dan indira pun memberikannya pada Andara.