
"Saya tidak menculik neng Indira Bu..sungguh ...waktu itu di bandara, ada seorang wanita yang katanya ingin buru-buru...makanya saya kasih tiket saya ke dia...dan kami bertukar tiket...saya mencari ibu dan mas andara...sambil menggendong neng Indira Bu...tapi ini tidak ketemu...akhirnya saya kembali ke rumah ibu tapi rumah itu sudah berpindah tangan ke adik ipar bu Aruna...didepan gerbang kami di usir Bu...makanya kami tinggal di daerah perkampungan dengan membawa bekal yang ada di koper neng Aruna saat itu"ucap Bu Darmi sesenggukan.
"iya Bu...saya dan Andara terpaksa menghindar dari kejaran keluarga suami saya, saya dan Andara pun harus hidup tanpa identitas selama ini, dari Jakarta kami pindah ke Surabaya dengan harapan Bu Darmi membawa Indira ke sini tapi ternyata tidak....saya putus asa Bu ..saya ikhlaskan Indira..hanya doa saya yang menyertai kalian...."Aruna melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Bu Darmi yang sepertinya tidak pernah habis.
"Dirumah ini hanya ada suami dan anak ibu, saya bantu mereka ala kadarnya Bu..yang penting mas gum bisa sekolah tinggi"Aruna mengungkapkan semua isi hatinya.
"iya Bu ..iya...maafkan saya Bu"
"neng Indira sudah tahu bukan tentang semua ini"tanya Darmi menatap kedua bola mata milik Aruna yang basah karena air mata.
"belum Bu ..saya tidak berani mengungkapkannya ....saya takut Indira marah dan menolak saya"Aruna menundukkan wajahnya.
__ADS_1
Wajah semuanya tampak tegang saat Indira masuk dan mengucapkan salam.
Indira masuk ke dalam kamarnya.setelah 30 menit, Indira kembali keluar dengan membawa sebuah koper.
"Nek...mulai besok aku gak bisa tinggal disini lagi, aku akan tinggal di asrama yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit"
"tapi nak...apa salah nenek sama Indira??"Darmi berdiri menghampiri Indira yang hampir ke pintu.
"nenek tidak salah...Indira sudah punya jadwal praktek...kalau Indira pulang pergi...Indira kelelahan nek...makanya Indira pilih tinggal di asrama..."Indira tersenyum sambil mengelus lengan Darmi.
"Indira sudah bertemu nek..hari ini ketemu 2x..ini yang ketiga kali"
__ADS_1
"ada yang harus nenek sampaikan pada nak Indira"
"belum saatnya nek, Indira belum jadi dokter spesialis penyakit dalam...jika Indira sudah berhasil mendapatkan gelar itu, Indira janji...Indira akan bertemu dengan mereka secara pribadi... nenek jangan khawatir ya"Indira tersenyum.
"Bu direktur Aruna...saya pamit dulu ya... Assalamualaikum"ucap Indira membungkukkan badannya.
beberapa langkah keluar dari rumah nenek Darmi, air mata Indira keluar tanpa permisi.ingin rasanya Indira memeluk sang ibu...tapi Indira belum pantas...Indira ingin ibunya bangga karena Indira bisa mendapatkan gelar dokter tanpa bantuan dari mereka.
sepasang mata milik Gumilang mengikuti kemana Indira pergi sehingga membuat Andara terkekeh.
"Mas...kamu bisa menaklukkan hati baja seperti itu"ucap Andara meledek Gumilang yang terkejut.
__ADS_1
"maksudnya dokter Andara apa ya"wajah Gumilang memerah menahan malu.
"aku sih setuju aja kalau mas Gumilang ada maksud sama Indira...tapi tunggu 6 tahun lagi mas...dekati aja dulu sang penciptaNya...minta biar tidak ada satu orang laki-laki pun yang mendekatinya"Andara merangkul bahu Gumilang dengan gemas.