
Indira masih menatap suaminya yang sedang mengeluarkan semua amarahnya.
Indira paham apa yang sedang dirasakan oleh Gumilang saat ini, ucapan prasasti yang mengatakan kalau Gumilang orang yang tidak pantas untuk indira membuat pertahanan gumilang seakan runtuh.
prasasti kewalahan mendapat serangan bertubi -tubi dari Gumilang pun akhirnya tergeletak tak berdaya, pukulan Gumilang terhenti saat indira menghalau nya.
"Jangan mas..jangan...jangan lakukan hal yang akan merugikan dirimu"indira memeluk Gumilang di depan prasasti, membuat prasasti memalingkan wajahnya.
Prasasti berusaha bangun dan duduk, melihat prasasti yang kesulitan untuk bangun, Andara pun mendekat, namun belum sempat meraih tangan prasasti sebuah peluru menembus ke dada sebelah kiri prasasti yang menyebabkan prasasti meregang nyawa.
Selia menjerit histeris saat peluru yang dia tembakan justru malah mengenai kakaknya.
selia berlari dan bersimpuh di dekat jasad prasasti.
"Kak pras...bangun kak..hik..hik...bangun kak...maafkan aku...aku tidak sengaja kak...hik..hik..kak pras bangun...jangan tinggalin aku kak...hanya kak pras yang aku punya...kakak bangun "selia menangis membuat siapa sja yang mendengarnya akan terasa pilu.
__ADS_1
selia tidak sadarkan diri. Andara malah mundur tidak mau mengangkat selia, Andara memikirkan perasaan rista dan anaknya yang berada disana.
prayudha membantu mengangkat tubuh selia dan di bawa masuk ke dalam rumah indira.
selia menjerit, meratapi kebodohannya, air mata terus mengalir tanpa bisa di hentikan.
Prayudha dan Andara menyiapkan pemakaman untuk prasasti, kabar meninggalnya prasasti dengan mudah menyebar.
orang-orang yang tahu bagaimana prasasti waktu hidup pun datang ke kediaman indira.
Prayudha membuka suara walaupun ada perasaan segan dalam hatinya.
"Teman-teman...hari ini kita sudah kehilangan salah satu teman kita...dokter prasasti Prambanan putra, beliau adalah orang baik dan dokter yang sangat profesional dalam bekerja, jika beliau ada kesalahan baik yang sengaja ataupun tidak di sengaja, Mohon...maafkan beliau dan jika beliau mempunyai hutang piutang tolong beritahu saja saya, saya yang akan menyelesaikan semua"
Prayudha menatap Prambanan dan Pramono yang berada di kursi roda karena penyakit stroke yang dideritanya.
__ADS_1
Prambanan tertunduk, hatinya malu..orang yang selama ini dia khianati malah ada saat benar-benar dibutuhkan, Prambanan menangis, air mata yang keluar seolah pertanda bahwa dia telah menyesali semuanya.
Prambanan tertunduk, badannya terkulai, senyuman diwajahnya menyiratkan hal yang lain.
Prambanan sudah kembali ke sang pencipta bersama dengan sang anak tercinta.
Prayudha dan Andara serta yang lain membantu memindahkan Prambanan ke tempat yang layak untuk dimandikan.
Hari itu anak dan ayah di makamkan berdekatan, selia yang mengetahui hal itu hanya menjerit histeris, selia tidak menyangka akan kehilangan dua orang yang sangat dia sayangi.
Aruna mendekat dan memeluk selia.
"Sabar ya nak...sabar...Allah tahu mana yang terbaik...selia masih punya saya dan om yudha, kami akan menyayangi selia seperti anak kami sendiri...menangis lah jika itu memang bisa membuat selia lebih baik"
"maafkan aku tante...maafkan aku...aku banyak salah sama tante...aku...aku..."selia menangis didalam pelukan Aruna.
__ADS_1
Indira menghampiri mama nya dan selia. Indira pun memeluk selia. Selia makin histeris saat indira ikut menennagkannya.