
Di alam sana yang indira sendiri tidak tahu ada dimana, ada rumput berwarna hijau...dan pohon rindang, semilir angin sepoi-sepoi membuat baju kedua orang itu bergoyang.
indira menghampiri kedua orang tua yang indira sendiri belum pernah melihatnya.
seorang wanita muda melambaikan tangannya begitu juga dengan yang laki-lakinya.
"Indira...kamu indira putri prayudha Bramantyo"wanita itu menggenggam tangan indira, indira menatap wanita itu dengan bingung.
wanita itu terkekeh "cucu perempuan dari keluarga Bramantyo"
Laki-laki yang berada dekat dengan wanita itu hanya mengulum senyum.
"Tempatmu bukan di sini nak...kembali lah ke dunia, belum saatnya kamu berada di sini dengan kami, kami adalah kedua orang tua ayahmu, salam sayang dan rindu dari kami untuk ayah dan ibumu"
"nenek dan kakek...semuda ini...masya allah..."gumam indira.
" kenapa ayahmu tidak pernah mengunjungi kami, bukannya dia tahu dimana kami dimakamkan...apakah prayudha masih membenci kami"
"tidak nek..kek...ayah sangat menyayangi kalian, "
__ADS_1
"Kamu lihat sayang...di sebelah sana ada cahaya putih yang akan menuntun mu keluar dari sini, dengan siapapun kamu bertemu tolong jangan berhenti...teruslah berjalan karena ketika kamu terlambat mengikuti cahaya putih itu...selamanya kamu akan terjebak di sini...maka berusahalah semampu mu"Ucap kakek dan nenek indira sambil menunjuk.
Cahaya putih terus bergerak dan indira pun berlari mengejarnya.
di sepanjang jalan dia bertemu dengan orang-orang seperti prasasti dan Prambanan, prasasti seolah sedang memanggilnya dan memintanya untuk berhenti, namun indira terus berlari dan berlari tanpa menghiraukan apapun.
Sampai indira seperti masuk ke sebuah terowongan dan seperti jatuh.
Dokter dan perawat yang sedang berjaga melihat indira yang bergerak, kedua tangan dan kakinya bergerak, mereka pun mendekat dan melihat kedua mata indira terbuka.
Indira masih tidak percaya kalau indira bisa kembali ke alam dunia, indira pun menangis.
Air mata indira mengalir terus menerus ketika semua tanda vital.dinyatakan stabil, alat ventilator yang dipasang pun harus dilepas karena pasien sudah tersadar.
"Selamat datang kembali dokter"ucap dokter dan perawat yang berjaga.
indira hanya mengedipkan kedua matanya.
Gumilang yang dari kemarin masih menunggu tanpa meninggalkan indira pun menangis. Gumilang terharu dengan perjuangan indira.
__ADS_1
Gumilang mendekat setelah diberi izin oleh dokter jaga tersebut.
Gumilang memeluk indira."Terima kasih sayang..terima kasih sudah kembali lagi pada ku dan keluarga kecil kita....Maafkan aku ya...maafkan kesalahan aku"
indira tersenyum, indira pun hanya menangis.
"Tolong jangan menangis sayang...mas tidak sanggup melihat sayang menangis...hati mas jadi perih sayang"
Gumilang dan indira pun menangis sambil berpelukan.
"Bagaimana keadaan anak kita mas"indira menatap Gumilang dengan rasa penasaran.
"Nilam Kemuning...Maafkan mas ya sayang...mas tidak tahu ini salah apa benar...jika mas salah tolong maafkan mas...beri kesempatan mas untuk memperbaiki diri mas agar mas bisa pantas untuk sayang...Nilam tidak mau minum susu formula, dan atas keputusan dokter Aruna, Nilam pun minum ASI dari mba rista...karena anaknya mba rista juga perempuan sayang...Maafkan mas...Maaf..."Gumilang tertunduk.
"Tidak apa mas...Nilam anak yang cerdas ya...aku ingin bertemu dengan nilam mas...boleh"
"Nilam ada sama nenek darmi sayang"
"Tuh kan benar akhirnya dipanggil nenek juga kan sayang"indira terkekeh.
__ADS_1