
"Allahu akbar"ucap indira tertegun.
."Kenapa sayang"Gumilang menoleh ke arah indira yang menutupi bibir dengan kedua tangannya.
"Mas Lam itu..Mas Gum ya..."indira mengulum senyumnya.
"baru sadar ya sayang...kemana aja"
"ih mas gum ini...apa sih...dulu mas gum kurus dan agak eksotis...aku gak nyangka kalau aku bisa sedekat ini sama mas gum..masya Allah...Qodarullah ya mas...eh mas gum kok ngilang setelah acara itu...aku mau nanya ini setelah sekian lama loh mas..aku penasaran"
"ehem...seorang indira bisa juga ya penasaran...mas itu...ikut turnamen tingkat nasional selama 3 bulan dan harus di karantina ..nah setelah 3 bulan, itu mas juga harus fokus pada kelulusan..ikut bimbel dan yang lain-lain...jujur setelah mas bertemu dengan sayang waktu itu, ada semangat dalam diri mas...entahlah, yang awalnya mas gak ada semangat hidup...tiba-tiba mas harus ada usaha untuk membahagiakan seseorang...dan tujuan mas saat itu, selain menemukan ibu...mas bisa membahagiakan seorang indira putri prayudha...kalau tahu ibu tinggal bersama sayang waktu itu, mas datang aja langsung ke rumah dan melamar sayang ya"Gumilang mencubit hidung indira yang tertutup cadar.
"ih mas gum ini...sakit tahu mas..sini..aku cubit"
__ADS_1
"jangan dong sayang mas kan lagi nyetir...gak boleh bercanda di jalan tahu..bahaya cantik"
Ucapan Gumilang seakan air es untuk menenangkan dan mendinginkan suasana yang agak panas.
Tiba di rumah, indira tidur di sopa belum ada lima menit, indira sudah tertidur pulas.
Gumilang tersenyum melihat ibu dari calon anaknya kelak.
********
"Assalamualaikum"
"waalaikumussalam...eh kak yani..silahkan kak"
__ADS_1
"Bagaimana kehamilanmu ra...apakah aman"tanya yani setelah duduk di sopa.
"insyaallah kak"indira duduk disamping yani
"oh ya ra..maksud kedatangan kami kesini mau pamit...kami mau tinggal di bandung...sekalian mau bawa selia juga..."
"kok mendadak kak"
"gak mendadak sih..ini sudah kita pikirkan sebelum tragedi ini terjadi....tapi ada hikmahnya juga bisa belajar dari kisah kedua orang tua mu bahwa segala sesuatu yang sudah ditetapkan, mau bagaimana pun orang itu berusaha, kalau bukan untuknya tidak akan pernah menjadi Miliknya, begitu juga dengan prasasti yang mendekati aku dan rista karena ingin dimanfaatkan,miris memang...tapi inilah takdir yang sedang kita jalani...aku dan prasasti ingin hidup kami tenang tanpa ada bayangan masa lalu dan dendam lagi ra...cukup kita potong kompas di sini...Tetaplah jadi indira yang baik hati yang tidak pernah berburuk sangka pada orang lain dan ajarkan aku untuk menjadi orang yang selalu baik pada orang lain yang sudah terang-terangan menyakiti kita"yani menatap indira dengan terharu.
"kak...aku juga bukan orang baik, tetaplah jadi diri kak yani yang sekarang, orang baik tidak akan mengatakan dia baik...tapi waktu yang akan menjawabnya...tetap berbaik sangka ya kak"
prasasta dan listyani saling melempar senyum, inilah indira, selalu menjadi sosok yang menenangkan.
__ADS_1
Waktu sudah semakin sore, prasasti dan listyani pun pamit pulang. Indira masih menunggu Gumilang yang belum pulang.
Dengan perasaan tidak tenang, indira pun mengambil ponselnya yang berada di kamar. Namun tidak ada satupun pesan atau telpon dari Gumilang.