Pesona Indira

Pesona Indira
81


__ADS_3

Gumilang memindahkan nilam ke tempat tidur.


Nilam tampak menggeliat dan terbangun.


"Yanda...yanda ada di sini"nilam langsung bangun dari tidurnya.


"iya sayang..ini Yanda...lelah ya perjalanan nya"


"Gak lelah...aku senang ikut manda berpetualang, kok Yanda bisa ada di sini???"


"Yanda...ada pertemuan dengan teman Yanda...sayang...besok nilam mau ikut Yanda jalan-jalan" Gumilang duduk di samping nilam yang bersandar ke kepala tempat tidur sambil menguap.


"manda bagaimana???"nilam menoleh pada Indira yang sedang membuka cadar nya.


"Manda kan besok ada acara seminar sampai sore kak...kakak sama Yanda aja ya"Indira mengulum senyum membuat Gumilang mengerutkan dahinya.


"kok manda...panggil nilam dengan sebutan kakak...apa yanda ketinggalan informasi ini"


"ketinggalan informasi apa manda"tanya nilam menoleh pada kedua orang tuanya.


"manda udah telat 2 bulan Yanda"indira memegang lengan Gumilang.

__ADS_1


Seperti di lempar sembilu, wajah Gumilang menegang, Gumilang tak kuasa meneteskan air mata, Gumilang tidak mau kehilangan indira lagi.


Gumilang menatap indira dengan lembut.


"apakah manda yakin dengan kehamilan ini...Yanda takut manda kenapa-kenapa"


indira hanya menganggukkan kepalanya.


Satu minggu berlalu,


siang itu indira duduk di lobi hotel sambil menerima telpon, nilam yang sedang bermain bola tampak asyik mengejar bola yang terus menggelinding ke luar dari lobi.


Nilam tidak menyadari kalau ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, Indira segera menyusul nilam sambil setengah berlari, dan berhasil menyelamatkan nilam namun naas, indira harus terjatuh saat menarik tubuh nilam untuk menghindari mobil tersebut.


Akhtar yang melihat kejadian tersebut pun berusaha membantu, saat Akhtar akan memegang indira, Gumilang datang dan mendorong tubuh Akhtar sehingga membuat tubuh Akhtar hampir terjatuh.


"Jangan asal menyentuh perempuan, dia bukan muhrim mu"ucap Gumilang menatap Akhtar dengan tajam dan segera menggendong indira ke dalam mobil.


Nilam menangis melihat kondisi ibunya itu.


"Maafkan aku manda...maafkan aku..."Nilam menangis membuat Gumilang merasakan sakit yang sangat dalam.

__ADS_1


Tiba di UGD rumah sakit, Indira di periksa oleh dokter kandungan, dokter tersebut menatap indira dengan sangat lama.


"Maaf bu..kehamilannya tidak bisa dipertahankan...ibu sudah kehilangan bayi ini akibat terjatuh tadi...ibu puasa ya...karena akan dilakukan tindakan kuretase segera" ucap dokter tersebut hati-hati.


Indira terus beristighfar untuk menenangkan hatinya, Gumilang memandang sendu pada istrinya.


"Tidak masalah dokter, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik"indira menatap dokter tersebut dengan tersenyum.


"Sabar ya manda...mungkin belum saatnya"Gumilang dalam keadaan dilema di satu sisi ,Gumilang sudah tidak khawatir lagi dengan kehamilan indira namun di sisi yang lain, Gumilang sedih melihat istrinya harus kehilangan kebahagiaannya.


Gumilang menggenggam tangan indira yang dingin, Gumilang tahu kalau indira tidak sedang baik- baik saja.


Nilam mendekat ,lalu naik ke tempat tidur dan memeluk indira.


"Manda...maafkan aku..ini semua salah aku.."nilam menangis sesenggukan di pelukan indira.


Indira tersenyum dan mengusap kepala nilam yang berhijab.


"Sudahlah sayang...nilam tidak salah...manda nya aja yang kurang hati-hati...maafkan manda juga ya cantik"


"Manda"nila makin menangis dan tetap memeluk ibunya.

__ADS_1


Indira di masukkan ke ruangan bersalin untuk dilakukan kuretase.


__ADS_2