Pesona Indira

Pesona Indira
58


__ADS_3

Aruna dan prayudha mengikuti Gumilang masuk ke kamar sedangkan Andara hanya diam tak bergeming.


Melihat kondisi indira yang seperti itu,Aruna dan prayudha hanya saling tatap.


"Apa rara sedang pusing dan mual, sayang"tanya Aruna duduk disamping indira yang sedang disuapi oleh Gumilang.


"iya ma...kurang istirahat aja kali ma"indira melihat kearah mamanya.


"oh ya udah..habis makan istirahat aja ya..."Aruna tersenyum sendu.


"iya ma"


Aruna dan prayudha pun keluar dari kamar dan menghampiri andara yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"An...indira lagi hamil ya"ucap Aruna membuka percakapan dengan anaknya yang unik itu.


"iya kali ma...kemarin d tes pack kan hasilnya negatif..."Andara tetap fokus dengan ponselnya.sedangkan aruna dan prayudha saling melirik.


"Oh ya ma...kemarin informasi dari OB ada yang melihat prasasti dan selia datang ke rumah sakit...tapi langsung keluar lagi"


"coba cek di CCTV ,An"Aruna


"udah ma..cuma masuk terus keluar lagi"

__ADS_1


"emang kenapa"Aruna tampak terkejut.


"aku pasang foto prasasti dan selia di spanduk dengan tulisan "jika menemukan kedua orang ini masuk kedalam rumah sakit..segera lapor polisi"Andara tertawa keras sambil memegang perutnya.


Aruna melempar Andara dengan bantal sopa yang dari tadi dipegangnya.


Prayudha terdiam, Andara adalah dirinya di masa lalu, namun andara lebih cerdas. Andara lebih banyak memakai logikanya daripada perasaannya.


prayudha dan Prambanan bekerja sama karena teman dekat, Prayudha lupa bahwa musuh sebenarnya adalah teman dekat nya.


prayudha menghela napas dengan kasar.


prayudha berjalan ingin keluar dari rumah indira, namun belum sampai pintu, sebuah batu yang di bungkus kertas tergeletak dilantai dengan tepat.


"Jangan dipegang dengan tangan terbuka ayah...kita kan gak pernah tahu apa yang ada di sana..."Andara berbicara tanpa menatap prayudha yang mengulum senyum.


Prayudha berdiri dan mendekat ke arah Andara yang sedang membuka kertas tersebut dengan sapu yang dari tadi di pegang nya.


Indira keluar dari kamar dan menghampiri ayah serta kakaknya itu.


"kenapa kak???"tanya indira hampir dekat dengan Andara.


kertas yang tadi membungkus batu sudah ada di ujung gagang sapu...namun ketika akan diambil, kertas tersebut terbang terbawa oleh angin.

__ADS_1


Andara dan indira terkekeh, begitu juga dengan prayudha.


Aruna yang melihat ketiga orang yang disayanginya tertawa, ikut tertawa walau pun tidak tahu apa yang membuat mereka tertawa.


"Lain kali gak usah sok-sok an waspada kak...lagian apa sih itu tulisannya"


"gak tahu ra...kan kamu lihat sendiri..kertasnya terbang melayang"


"kasian amat yang menulis pesan...pesannya tidak tersampaikan"


"iya..sakitnya tuh disini.."


Andara dan indira pun tertawa kembali.


"kertas apa sih ra...an??"tanya aruna ingin tahu.


"gak paham ma...biarin aja lah..."indira dan Aruna masuk ke dalam rumah.


Sepasang mata elang tersenyum tipis saat pesan yang dia kirimkan tidak terbaca oleh si penerima pesan.


Andara menoleh ke arah kiri dan kanan, kemudian mundur dan berlari membawa sapu yang masih ada di tangannya.


Andara mengejar seorang laki-laki yang bersembunyi di balik pohon.

__ADS_1


Andara memukuli orang tersebut yang akan kabur dari tempat persembunyiannya.


__ADS_2