
"belum onty..tapi aku mau makan di restoran yang ada di dekat rumah sakitnya papa"dalfi memberikan saran dengan wajah yang menggemaskan.
"baik komandan...onty pake cadar dulu ya...dalfa dan dalfi sama om gum di sini, tunggu onty ya..gak lama kok"indira berdiri menuju kamar untuk mengenakan cadarnya.
Dalfa dan dalfi duduk di belakang menggunakan sabuk pengaman, begitu juga dengan indira dan Gumilang.
"Kalau mau keluar rumah baca apa komandan???"tanya indira tersenyum sambil membalikkan badannya menghadap si kembar.
"Bismillahi, tawakkaltu 'alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.” Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”jawab dalfa dan dalfi berbarengan.
"ih pintar banget ya anaknya papa Andara "indira mencubit pipi dalfa yang terdekat dengannya.
"mama rista onty...papa gak pernah tuh ngajarin"jawab dalfi sekenanya.
Gumilang indira saling melirik satu sama lain.
Tiba di restoran, mereka berpapasan dengan prasasti dan listyani yang sedang saling rangkul selayaknya suami istri.
"Assalamualaikum "ucap indira sopan
listyani melepaskan tangannya di pinggang prasasti begitu juga prasasti.
"Ya ampun rara...kok bisa janjian ya kita"ucap yani dengan hebohnya membuat satu restoran menatap padanya.
__ADS_1
"ih kak yani berisik"indira menarik yani ke ruangan tertutup.
dalfa dan dalfi berjalan menyusuri restoran seperti sedang mengintai sesuatu yang mencurigakan.
dalfa dan dalfi saling mengangguk saat memasuki ruangan pribadi yang indira pilih.
"Onty...onty..."bisik dalfi
indira menunduk dan menoleh ke arah jendela.
"jangan menoleh onty...ih..."ucap dalfi lagi
"maafkan onty ganteng..."indira mencium pipi dalfi dengan gemas.
indira hanya tertawa melihat kelakuan keponakannya itu.
"Ra...nanti datang ya ke pernikahan aku dan bang prasasti"Yani menoleh ke arah Indira.
"emang kapan kak???"tanya indira lagi.
"dua minggu lagi"yani tersenyum sambil menyodorkan surat undangan berwarna hijau daun
"Wah bagus nya...desain nya cerah dan mewah kak"indira menatap yani yang mengulum senyum.
__ADS_1
"waktu buat surat undangan, aku ingat sama kamu ra...kamu kan suka banget warna hijau yang dipadukan dengan kuning gading"
"ini khusus buat aku apa semua orang di kasih"
"warna yang seperti ini hanya untuk orang-orang istimewa di hidup aku"yani menunduk menahan rasa sedihnya.
"kok sedih sih kak"indira mengelus bahu yani yang bergetar.
"aku sedih..karena pertemanan kita dimulai dengan kebohongan...aku malah ikut dalam rencana busuk yang diciptakan oleh orang itu...aku menyesal ra...sungguh aku menyesal...aku tidak tahu...kalau aku akan melukai hati semua orang...maafkan aku ya bang...maafkan aku mas gum...maaf"yani Menangis memeluk Indira.
indira mengelus bahu yani dengan pelan.
dalfa dan dalfi saling melirik, melihat adegan dewasa yang menurut mereka biasa saja.
dalfa dan dalfi menghabiskan nasi goreng makarel yang dipesan tadi, keduanya minum es jeruk dan tanpa sadar bersendawa.
kelakuan dua anak kembar itu membuat suasana sedih menjadi bahagia
yani menatap indira kemudian beralih ke dalfa yang sedang menatapnya.
yani menunduk, yani tahu kalau dalfa belum bisa memaafkan nya.
dalfa sangat mengenal wajah yani dan apa yang sudah diperbuat nya di acara wisuda indira.
__ADS_1