
sudah dua jam indira belum juga sadar, Gumilang pun meminta andara untuk datang ke rumah mereka.
"Kenapa sama rara mas??"tanya Andara menatap adik iparnya itu.
"pingsan an...dari tadi gak bangun-bangun, padahal udah di kasih minyak kayu putih"
"dari wajahnya terlihat lelah ya...apa dia habis berkelahi ya...kok tangannya lebam begitu"Andara memperhatikan dengan seksama.
Gumilang memegang dan mencium tangan indira yang lebam.
"kasih obat mas gum, tuh obatnya...jangan dicium terus...gak bakalan sembuh"Andara menunjuk Obat yang ada di meja .
Gumilang hanya mendelik tidak suka dengan Andara yang kalau bicara tidak pernah lembut padanya.
"Apa sih mas...udah kayak anak gak dikasih duit jajan aja sama ibunya"ucap Andara yang tidak pernah menyadari ucapan ketusnya pada Gumilang.
Gumilang terdiam, dan itu membuat andara menjadi kesal.
"Assalamualaikum"ucap aruna dan prayudha yang datang.
"waalaikum salam"jawab Andara dan Gumilang bersama.
"loh indira kenapa an??"tanya aruna panik
"gak tahu ma..kata mas gum sih, udah dua jam indira pingsan, tapi yang aku lihat..kedua tangannya lebam, apa dia kelelahan setelah berkelahi ya"
__ADS_1
Aruna menatap Gumilang yang tertunduk.
"Maafkan saya ma...saya tidak bisa menjaga indira"
"udah mas gum..jangan meminta maaf seperti itu...nanti kalau indira udah bangun kita tanya dia...sekarang mas gum, makan dulu sana, mama bawa ikan bawal dan ayam bakar buat mas gum"
"cieh..mantu kesayangan..."andara meledek Gumilang yang terdiam.
"An..kamu kok begitu sih sama Gumilang....jangan seperti itu...kalau tersinggung dengan kata-katamu bagaimana"
"emang bisa juga ya ma tersinggung, dulu gak begitu ah...asyik..asyik aja"
Aruna tidak tahu lagi harus berbicara apa pada Andara.Semakin dikasih tahu bukannya memperbaiki keadaan malah gak terima.
"kenapa ma"tanya prayudha menatap istrinya yang mulai lelah.
"Udah gak usah mikirin sikapnya Andara...nanti kamu yang stres...biarkan saja Andara mau bertingkah seperti apa...dia lagi mengeluarkan kekecewaannya pada Gumilang...Andara sangat menyayangi indira...Andara tidak mau terjadi apa-apa dengan indira...sabar"
"iya ayah...hemh..."Aruna menarik napas dan menghembuskannya dengan perlahan.
Indira terbangun saat tangan Gumilang menggenggam tangannya.
"alhamdulillah..sudah bangun ya sayang"
"iya mas...mas gum , kenapa???
__ADS_1
"mas itu khawatir sama rara...dari tadi di bangunin gak bangun-bangun"kedua mata Gumilang berkaca-kaca.
indira tertegun sesaat, melihat cinta Gumilang padanya sangat besar membuat indira begitu bahagia.
indira mengelus wajah Gumilang dengan lembut.
"Mas gum sudah makan???"tanyanya gemas
Gumilang menggelengkan kepalanya perlahan.
"ya sudah kita makan ya"indira berdiri namun indira merasakan kepalanya berdenyut, indira merasa mual dan semua berputar.
indira kembali duduk disisi tempat tidur dan mengerjapkan matanya berulang kali.
"kenapa sayang???"tanya Gumilang khawatir
"gak apa-apa mas...cuma sedikit pusing"
"mas ambilkan aja ya..rara tunggu disini"
Gumilang pun keluar dari kamar dan mengambil nasi serta ikan yang tadi dibawa oleh Aruna.
Andara tidak berbicara apapun tapi matanya selalu mengintai gerak gerik Gumilang.
"Indira udah bangun ya mas"tanya aruna menatap Gumilang yang sedang mengambil makanan
__ADS_1
"sudah ma..tapi katanya pusing"
Aruna dan prayudha mengikuti Gumilang masuk ke kamar sedangkan Andara hanya diam tak bergeming.