
"belum ada kalau yang solehah mah ra...cariin dong"Andara menggesekkan kepalanya di bahu indira.
"ih apaan sih kakak ini gak jelas banget deh"indira memukul Andara dengan asal.
Sejak pertemuan terakhir itu, semua saling menjaga jarak untuk mengetahui siapa musuh mereka sebenarnya.
Empat tahun berlalu....
Indira akhirnya lulus juga menjadi dokter spesialis penyakit dalam, gelar yang memang di tunggu sejak dulu.
Prayudha dan Aruna hadir membawakan sebuah buket bunga anggrek yang cantik.
Andara datang bersama rista beserta kedua buah hati mereka yang berusia 3 tahun..namanya Dalfa dan Dalfi, ya keduanya adalah anak balita laki-laki, sangat hiperaktif dan menggemaskan.
Andara selalu dibuat pusing oleh tingkah keduanya.
Entah apa yang terjadi, Dalfa berteriak dengan sangat kencang membuat keadaan menjadi riuh.
"Papa...Papa...Dalfi diajak paksa sama orang itu"teriaknya dengan sangat lantang.
Gumilang menoleh dan berlari menyerang orang yang akan membawa dalfi.namun nahas...Gumilang terkena sabetan belati yang memang sudah disiapkan oleh orang tersebut.
Gumilang berusaha menahan rasa sakit yang sedang menderanya itu.
Dalfi pun terlepas dari orang tersebut dan menghampiri Gumilang yang sedang kesakitan.
__ADS_1
"om..om sakit ya...tanteeeeee"dalfi berteriak dengan suara nyaringnya.
"Ya Allah gum...Andara...An...cepat lakukan tindakan...seperti nya sabetan belati nih...takut kena arteri"ucap Aruna tampak cemas.
Jauh di lubuk hati yang paling dalam, indira merasakan sakit yang sangat luar biasa...hingga tak terasa air mata jatuh tanpa permisi.
indira tersadar dan segera menghapus air matanya dengan ujung lengan baju toganya.
Namun terlambat karena prayudha pun melihatnya.
Prayudha tersenyum melihat kelakuan putrinya itu.
Andara mengambil peralatan tempur nya di mobil, dan membawa Gumilang ke tempat yang aman.
Gumilang dilakukan tindakan bius terlebih dahulu, luka robeknya sangat dalam dan luas.
"Ra"teriak Andara membuat indira setengah berlari.
melihat adiknya itu berlari, Andara tahu kalau indira sedang khawatir pada laki-laki yang sedang meringis menahan nyeri.
"iya kak"indira memandang nanar pada luka di lengan Gumilang.
"bantu kakak ya...kamu jadi asisten kakak...kita operasi dadakan biar tidak terlalu banyak darah yang keluar"
"iya kak"
__ADS_1
Andara mulai memakai sarung tangannya hingga dua lapis, begitu juga dengan indira.
"Ra...potong"perintah Andara tegas
"ya kak"
melihat indira menjadi penurut seperti itu, timbul rasa jahilnya.
"mas gum...sepertinya terkejut tadi...rista kemana ya"Andara mulai melakukan perannya seperti orang bingung.
"kenapa kak"tanya indira menatap andara yang masih fokus mengerjakan tindakan.
"kalau syok begini mah...harus minum teh hangat..."Andara melirik indira dengan ujung matanya.
"oh ya udah aku ambilkan dulu di kantin ya"indira hendak beranjak.
"lah..kalau kamu ke kantin...yang asisten aku siapa??Andara masih fokus dan tidak bergeming
"iya juga ya...lagian mas gum nya juga di bius total kan kak"
"iya...biar semua organ tubuh ya bisa relax"
luka dalam sudah dijahit tinggal kulit yang terbuka.
indira menatap Andara dengan penuh takjub...walaupun andara orang yang tidak bisa serius, tapi kalau sudah melakukan tindakan seperti ini, wajahnya sangat tampan dan menggemaskan.
__ADS_1
tanpa sadar indira sudah mengagumi kakaknya itu.
Andara mengangkat kepala dan menggerakan ke kiri dan ke kanan..namun indira tampak diam saja dan melamun.