Pesona Indira

Pesona Indira
30


__ADS_3

Di taman....listyani meminta salah satu orang yang ada di taman itu untuk melakukan pengambilan gambar pada nya dan indira.


indira tampak berhati-hati dan selalu melihat ke sekeliling.


indira tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi.


indira mulai curiga saat satu persatu orang meninggalkan taman, indira meningkatkan kewaspadaannya mengingat pembicaraan mereka barusan.


"eh ya ra...makasih ya kamu selalu baik sama aku"yani menatap indira dengan tulus.


"ya kak sama-sama"indira mengusap bahu yani dan yani pun menangis.


"Maafkan aku ya ra...maaf"yani mengucapkan kata itu sambil memegang sapu tangan yang sudah diberikan sesuatu agar terhirup oleh indira.


indira menarik tangan listyani dan menjatuhkannya di tanah.


"apa yang kak yani lakukan!!!"


"maafkan aku ra...maaf..aku terpaksa melakukan semua ini"


"berapa hutang kak yani pada selia"


Deg...Yani menatap sekilas pada indira yang sedang menatapnya.

__ADS_1


yani menundukkan kepalanya.


"bagaimana, kamu bisa tahu ra...jadi selama ini kamu tahu aku bekerja buat siapa"


"kenapa kakak harus memulai pertemanan dengan cara berbohong kak...apakah kakak juga cerita bohong padaku mengenai ibu kakak yang meninggal dan ibu kakak yang menikah dengan Pramono....kakak berbohong agar aku merasa kasian kah pada kakak....lalu....apa benar ibu suciwati itu adalah ibu kandung kak yani....dua orang yang masuk ke kamar juga karena rekayasa kakak...dan dua orang yang menyerang aku di rumah ayah juga semua karena kak yani.....jawab aku kak....kenapa kakak bisa mengikuti permainan jahatnya selia"


deg...yani diam tanpa bergeming.


indira tahu semuanya....dan indira tidak mengambil sikap apapun.


yani tertunduk lesu .yani menangisi semua hal.


entah darimana datangnya,seorang laki-laki bertubuh gempal akan menyerang indira namun yani menghalanginya sehingga yani terkena goresan di punggungnya.


indira berlari dengan cepat seperti seekor singa yang akan menyerang mangsanya.


indira sudah berdiri di depan orang yang menyerang yani tadi.


perkelahian pun terjadi, indira mengeluarkan semua jurus karate nya...indira merasa bukan seperti dirinya. hawa nafsu dalam dirinya kini sudah menguasainya.


indira seakan tidak kenal dengan dirinya, ada dorongan kuat yang terus membara di dalam dirinya.


indira terus menyerang orang itu sampai orang itu terdesak tak berdaya.

__ADS_1


setelah orang itu jatuh pingsan barulah indira berhenti.


"Astagfirullah al adzim...Ya Allah....apa yang sudah terjadi"indira mengucap istighfar.


indira mengikat orang tersebut dengan selendang yang terikat di pinggangnya.


indira terkejut, bagaimana bisa selendang ini ada di tubuhnya.


kapan dan dimana indira mendapatkan selendang ini pun indira tidak mengingatnya.


indira kembali ke tempat yani, namun yani tidak ada di sana.


indira ke dalam, dan melihat Andara sedang mengobati yani. namun Andara hanya asisten, karena yang melakukan tindakan dokter prasasti.


indira tersenyum melihat wajah yani yang kemerahan menahan malu,bagian punggungnya terlihat oleh prasasti dan Andara.


kedua dokter laki-laki itu malah hanya fokus melakukan tindakan, mereka tidak terpikir sedikitpun untuk melihat aurat yani yang sekarang adalah pasien mereka.


indira mendekat dan mencondongkan tubuhnya melihat luka yani yang lebar akibat goresan pisau.


"Sabar ya kak...sebentar lagi akan selesai"


indira mengelus lengan yani dengan lembut.

__ADS_1


"tidak masalah ra..ini balasan untuk seorang pengkhianat"yani tersenyum pilu.


__ADS_2