Pesona Indira

Pesona Indira
42


__ADS_3

"mas...makan yang banyak biar ada tenaganya buat nanti malam"indira menggoda sang suami yang hanya melongo dapat kedipan mata dari istrinya itu.


"onty...om gum mau ngapain malam ini..mau ronda ya"ucap dalfi melihat om dan tantenya yang lagi kasmaran itu.


"iya mau ronda dek...biar aman"ucap Gumilang dengan wajah menahan malu.


indira tersenyum bahagia, karena suaminya masih merasa malu saat dia goda.


Jam 10 malam, Andara dan rista baru datang.


dalfa dan dalfi sudah tidur, melihat kakaknya sudah pulang, indira pun bersiap merapihkan tas miliknya.


"Loh mau kemana kalian...gak nginap???"ucap Andara


"besok kan udah masuk kerja lagi kak...kalau dari sini mah kejauhan..."ucap indira bersiap mencium punggung tangan Andara dan rista


"Alasan...bilang aja mau bikin proyek"ucap Andara cengengesan.


"Emang kakak..mau bikin proyek aja harus nitipin anaknya.."


"iyalah...ntar gak jadi ..ya ma"Andara menoleh pada rista yang hanya menggeleng pelan.


"ya sudahlah kak, aku pamit pulang ya...ayo mas gum"indira menarik lengan suaminya yang masih duduk manis di sopa.

__ADS_1


"widih..pengantin baru...gak sabar amat..."ucap andara setengah berteriak.


indira menoleh sebentar kemudian melambaikan tangannya.


"indira itu cinta banget ya mas ke mas Gumilang" ucap rista memeluk lengan suaminya.


"ya seperti kamu lah...cinta mati kan sama aku"Andara meledek rista yang mulai merasakan kencang di otot wajahnya.


"Apa sih...waktu itu kan aku hanya minta tolong sama kamu biar bantu aku...eh tahunya kamu yang kebelet kan mau nikah sama aku...pake bawa dokter aruna lagi...huuh...dasar dokter andara"


"iya..iya...aku yang cinta mati sama kamu...aku harus gercep dong biar kamu gak diambil orang..merana hati ku beb"


"ih jijik"rista melepaskan pelukannya di lengan Andara dan masuk ke dalam kamar putra nya yang sangat tampan rupawan itu.


Pagi itu indira tiba di rumah sakit Andara, Indira terkejut saat melihat ruang IGD, banyak pasien yang terbengkalai.


indira menghampiri dokter jaga yang bertugas.


"Assalamualaikum dokter Rey...kenapa banyak pasien yang terbengkalai di sini"kedua mata indira melihat satu persatu pasien yang belum di tangani.


"Waalaikum Salaam dokter indira...peraturan baru dari dokter prasasti, bukan hanya modal KTP saja tapi harus ada foto rumah mereka juga"


"kenapa seperti sedang transaksi dengan bank sih"tanya indira bingung

__ADS_1


"entahlah dokter..kita hanya mentaati peraturan saja"


"tangani semua pasien ini tanpa harus ada foto rumah mereka, saya yang tanggung jawab"ujar indira tegas dan berpamitan pada dokter UGD tersebut.


Indira melangkahkan kakinya ke ruangan dokter prasasti yang bertugas sebagai direktur pelayanan medis pengganti ibunya.


terdengar suara orang sedang tertawa cekikikan, entah apa yang sedang mereka lakukan.


Tok..tok...tok.


indira mengetuk pintu tanpa mengucap salam.


seorang wanita berbaju Seksi membukakan pintu dengan menatap indira dari atas sampai ke bawah.


"Siapa sayang???"tanya seseorang yang tak lain adalah prasasti.


Deg...indira terkejut, tapi indira masih dalam keadaan tenang.


prasasti keluar dan merasa terkejut juga...Indira diperkirakan masuk 2-3 hari setelah cuti menikah namun prasasti harus menelan kebodohannya kali ini.


"kamu pergi jalan-jalan dulu ya sayang"ucap prasasti pada perempuan itu.


"baiklah"

__ADS_1


keduanya cipika cipiki di depan indira tanpa segan sedikitpun.


__ADS_2