Pesona Indira

Pesona Indira
32


__ADS_3

apa nak indira sudah punya pilihan yang lain"tanya dari gemetar.


"bolehkah aku jujur nek...boleh kah aku memilih nek...aku sudah mempunyai calon imam untuk masa depanku, dia tidak se sempurna nabi muhammad, tidak setampan nabi yusuf atau tidak sekaya nabi sulaiman, tapi dia adalah laki-laki yang baik...laki-laki yang mampu menjaga pandangannya setiap beradu pandang denganku...laki-laki yang memuliakan orangtuanya dan laki-laki yang rela berkorban untuk keluargaku...aku selalu meminta pada Allah untuk menjadikan imam di dunia dan di akhirat, aku ingin cinta ku dan cintanya sampai di surganya Allah...aku ingin pernikahan ini satu kali dalam kehidupan aku nek...bukankah dulu nenek selalu bilang, dalam berumah tangga bukan rupa atau harta tapi komitmen dua insan yang menjaga sucinya pernikahan...dua orang yang selalu saling bekerjasama...dua orang yang saling bertengkar kemudian berdamai hanya karena Allah...Aku ingin menikah dengan laki-laki yang rambutnya selalu basah oleh air wudhu...laki-laki yang selalu menjaga wudhunya nek"indira tersenyum menatap dari yang juga menatapnya.


Prayudha menghela napasnya perlahan.


"Lalu dimana laki-laki itu ra"tanya prayudha ingin tahu.


indira melepaskan genggamannya dan menghampiri prayudha dan memeluk lengan sang ayah.


"dibelakang ayah"bisik indira mengulum senyum.


prayudha berbalik dan tertawa dengan renyah.


Ini lah putri prayudha Bramantyo...selain pintar dalam segala hal, namun mampu membuat orang lain ketar ketir.

__ADS_1


wajah Gumilang tampak kecewa dengan apa yang tadi disampaikan oleh indira.


Gumilang maju dan berdiri di samping prayudha, maksud hati mau menyampaikan niatnya agar lamaran tadi dibatalkan.


namun Gumilang terkejut saat prayudha memegang pergelangan tangannya.


"Alhamdulillah...Alhamdulillah...akhirnya lamaran Mas Malam Gumilang di terima baik oleh Putri saya..Indira Putri Prayudha"ucap prayudha membuat semua penghuni di dalam ruangan tersebut tercengang.


"Apa!!!"Gumilang merasakan hatinya menghangat.


Gumilang menatap indira dengan semua rasa kagumnya...Pesona indira membuatnya serasa ada di dalam surgawi.


Indira dan Gumilang berhadapan.


"Mas gum...indira tidaklah secantik para istri nabi, maka dari itulah...hari ini saya akan memberi kesempatan pada mas gum untuk melihat wajah indira yang sangat sederhana....dan tidak cantik"prayudha memeluk bahu indira dengan lembut.

__ADS_1


"Mohon maaf pak...saya mencintai indira karena Allah...untuk fisik buat saya tidak masalah yang terpenting, saya punya makmum yang berdiri di belakang saya ketika saya beribadah...dan ada yang meng Amin kan setiap doa-doa saya...."jawab Gumilang mantap.


indira tertunduk...hatinya berbunga-bunga..inilah malam Gumilang nya...laki-laki tidak sesempurna rasulullah...tapi laki-laki yang selalu menerima semua kesederhanaannya.


"baiklah...kapan kalian akan menikah???"tanya prayudha menatap Gumilang dan indira secara Bergantian.


"insya Allah...2 hari dari sekarang pak..indira hanya ingin ijab kabul tanpa ada resepsi"ucap Gumilang menatap sekilas calon istrinya itu.


indira mengangguk pertanda setuju dengan calon suaminya.


bu darmi menangis tak menyangka kalau indira menerima Gumilang dengan segala kekurangannya.


indira memang dia besarkan dengan rasa kasih sayang yang sangat tulus, tanpa berpikir hal yang macam-macam.


Allah mengabulkan semua doa-doanya selama ini, darmi ingin sekali mempunya anak perempuan seperti indira...hatinya lembut dan selalu sopan pada semua orang.

__ADS_1


__ADS_2