
"Oh iya dokter prasasti yang terhormat, Rumah sakit ini bukan ladang bisnis anda...banyak nyawa yang dipertaruhkan disini jika anda terlambat satu detik saja menyelamatkan mereka...baiklah hanya itu tujuan saya datang kesini dan mohon maaf jika hari ini terulang kembali kejadian yang sama , nama baik rumah sakit andara ini yang akan jaminan nya...permisi...Assalamualaikum"indira berdiri dan keluar dari ruangan prasasti.
Prasasti memainkan kesepuluh jarinya, prasasti mencoba mengkaji lagi ucapan dari indira dan mengecek semua laporan dari tahun ke tahun yang ada di lemari nya.
prasasti terkejut...bahwa selama ini memang benar apa yang disampaikan oleh indira.
Setelah dari ruangan prasasti, indira masuk ke ruangan kusuma untuk melakukan visitasi, namun pagi ini, jumlah pasien tidak sebanyak sebelum ibunya mengundurkan diri.
waktu Dokter Aruna masih menjabat sebagai direktur pelayanan medis, jumlah tempat tidur di ruangan kusuma selalu penuh kapasitas tempat tidur selalu diatas 90% setiap bulannya namun ini, pasien hanya bisa dihitung dengan jari.
indira menghela napasnya, indira makin bingung dengan peraturan baru yang dibuat tanpa memikirkan dampak ke depannya.
"Dokter pasien dokter ada 5 ya dokter"ucap perawat senior yang siap mendampingi dokter indira untuk visit.
"baiklah bu...ayo"indira mengajak perawat tersebut ke semua ruangan.
__ADS_1
Ketika masuk ke dalam ruang kusuma 5..indira dikejutkan oleh kondisi pasien yang mengalami sesak napas berat, posisi pasien tersebut sudah dalam keadaan duduk dan sudah terpasang oksigen masker dengan jumlah 7 liter permenit. namun pasien tersebut masih tampak sesak...
indira melakukan pemeriksaan, indira melihat hasil laboratorium, disana ada peningkatan fungsi ginjal dan fungsi hati, indira mengerutkan dahinya.
"oh ya bu..saya dokter indira...sejak.kapan pasien ini masuk"tanya indira ke perawat tersebut
"dua hari yang lalu dokter..dari instruksi dokter yani sebagai dokter pengganti sudah dianjurkan untuk cuci darah..namun keluarga menolak dengan alasan biaya"
"bukankah cuci darah bisa dilakukan disini"
"hubungi ke bagian cuci darah, buat surat persetujuan keluarga dan mana formulir edukasi nya biar saya isi"indira menyodorkan tangannya ke perawat tersebut.
"ibu..maaf...bapaknya harus di lakukan cuci darah satu minggu dua kali, karena fungsi ginjalnya sudah menurun, dan untuk mengurangi sesak napasnya juga...bagaimana..."
"baiklah dokter...tolong selamatkan ayah saya...hanya beliau satu-satunya yang saya punya dan untuk biayanya bagaimana dokter???"
__ADS_1
"untuk biaya anda tidak perlu khawatir...semua ditanggung oleh rumah sakit ini...baiklah satu jam lagi...ayah anda akan dilakukan cuci darah ya...Selalu berdoa ya bu..untuk kesehatan orang tersayang anda"
"baik dokter terima kasih...terima kasih dokter indira" anak dari pasien itu hampir saja bersujud kalau indira tidak mencegahnya.
"saya lakukan ini atas dasar kemanusiaan bu..sebagai manusia kita harus saling membantu..saya permisi dulu ya bu...tolong jaga ayahnya ya..."
indira dan perawat tersebut pun meninggalkan pasien tadi.
"sudah selesai ya bu...saya permisi"
"baik dokter...terima kasih...hati-hati di jalan"
Indira keluar daru ruang kusuma yang memang untuk kalangan menengah ke bawah.
"Ma..indira kangen"indira menghela napasnya dan tak terasa ada air mata yang hampir menetes.
__ADS_1