Pesona Indira

Pesona Indira
79


__ADS_3

Acara Aqiqah nilam dan rida, anak dari Andara dan rista di lakukan bersamaan.


ada rona kebahagiaan dari kedua keluarga besar mereka, Andara menatap rida dengan penuh cinta.


"Cinta pertama ayah, ayah takut kamu akan meninggalkan ayah bersama laki-laki lain,nak"Andara mencium kedua pipi rida yang tembem seperti bakpau.


rista dan kedua kakak laki-laki rida hanya menggelengkan kepalanya.


"pasti ayah...rida pasti pergi dengan laki-laki lain...gak mungkin bersama kita terus"dalfi mendelik merasa tidak senang dengan ucapan ayahnya.


"bun..buat proyek lagi yuk...."Andara tersenyum sambil melirik ke arah dalfa dan dalfi yang sedang menatap nya dan membuat rista menepuk dahinya.


"tunggu 5 tahun yah,luka jahitan aja belum kering"rista cemberut merasa kesal dengan Andara.


"iya bun..nanti...yang pentingkan proyeknya jelas"Andara kembali membuat kesal keluarga intinya.


Gumilang menatap indira, Gumilang tidak mau indira hamil dan melahirkan lagi jika akan membahayakan nyawanya sendiri.

__ADS_1


"kita besarkan nilam bersama ya sayang...mas gak akan menuntut kamu"


"iya Yanda...iya...maafkan aku ya...aku tidak pernah jujur apa mas...tentang penyakit ku ini, sampai akhirnya wajahku ini harus terlihat sama semua orang "


indira menghela napasnya.


"Tidak masalah sayang, itukan bukan disengaja...mas gak marah kok..."


Semenjak semua orang di rumah sakit melihat wajah indira, banyak yang menginginkan wajahnya seperti itu, sangat cantik..itulah indira seorang dokter spesialis penyakit dalam, bukan hanya cantik fisik, jiwanya juga cantik. indira tidak sombong dengan kecantikan yang di miliki, dimana pun berada indira selalu menanamkan sikapnya yang terpuji, indira selalu sopan dan ramah, bahkan indira tidak marah jika ada sesuatu yang membuatnya kesal.


Indira beserta keluarga kecil mereka pindah ke bandung, suasana asri nan sejuk membuat nilam kecil sangat gembira.


Waktu berlalu dengan cepat, Gumilang membuka cabang perusahaan alat kesehatan di seluruh indonesia, karena kesibukannya itulah, komunikasi keduanya hampir tidak terjalin.


indira sibuk dengan kuliah dan risetnya, tapi masih bisa merawat nilam, kadang nilam pun indira bawa untuk menemaninya.


Nilam kecil sudah berusia empat tahun, nilam lebih banyak bermain bersama ibunya dari pada ayahnya, Gumilang lebih fokus melebarkan sayapnya di perusahaan bisnis.

__ADS_1


Siang itu, indira tidak menyadari jika kopernya tertukar dengan seorang pria, indira dan nilam sudah meninggalkan bandara.


Sudah berkali -kali di panggil namun sang pemilik koper tidak ada, akhirnya pria itu membawa kopernya ke hotel dimana dia akan menginap.


"Assalamualaikum mas lam...saya Akhtar...saya sudah ada di lobi hotel nusantara mas"ucap pria yang bernama Akhtar tersebut menghubungi teman bisnis yang akan bertemu di hotel siang ini.


"waalaikumsalam mas Akhtar..tunggu ya..saya akan ke sana"ucap seseorang itu.


Di lobi hotel, Akhtar duduk di kursi sambil menghilangkan kakinya.


Deg...Gumilang terkejut ,koper yang dibawa oleh teman bisnisnya itu mirip dengan kopernya indira.


"Siang mas..saya malam Gumilang"Gumilang menyapa dan bersalaman dengan Akhtar, tapi kedua matanya masih fokus pada koper yang dipegang oleh Akhtar.


Akhtar tertawa, melihat Gumilang tidak menatapnya.


"Kenapa mas lam, menatap koper saya terus...terlihat jelas ya..kalau koper ini bukan punya saya"Akhtar tersenyum

__ADS_1


__ADS_2