Pesona Indira

Pesona Indira
24


__ADS_3

prayudha terkejut dengan panggilan indira barusan. kedua manik matanya berkaca-kaca.


Prayudha menghampiri indira dan memeluknya.


"Ya Allah...gadis kecil ini..ternyata anakku....kita selalu bersama...berkebun dan memancing di kala libur...kita menghabiskan waktu bersama tanpa tahu kalau kita berdua adalah ayah dan anak....maafkan ayah nak...maafkan ayah...ayah tidak pantas disebut ayah...ataupun suami...aku ..aku"prayudha menjatuhkan air matanya tanpa diminta.


"oh ya siapa laki-laki ini ma"tanya prayudha pada Aruna yang sudah melepaskan pelukannya.


"ini calon menantu keluarga Bramantyo yah"sela Andara mengulum senyum.


prayudha menatap indira yang diam tak bersuara.


indira dan Gumilang sama-sama tidak menimbulkan reaksi apapun.


Aruna mendekat ke arah Andara dan memukul bahunya perlahan.


"An...lain kali kalau ngomong sama orang tua yang benar ya...mama gak Suka kalau kamu bicara asal begitu"


"ih mama nih..bercanda lah ma"

__ADS_1


Andara menghampiri prayudha dan memeluknya.


"Ayah gak mau peluk Andara..."


Prayudha menepuk punggung Andara dengan pelan.


Semuanya berkumpul di depan kecuali Aruna dan indira.


ibu dan anak itu sedang berada di dapur menyiapkan makan siang untuk semuanya.


"Ra...mama ingin tahu..bagaimana ceritanya bisa ketemu sama ayah???"


"terima kasih ya ra...terima kasih...hatimu cantik seperti wajahmu...mama bangga punya anak seperti kamu yang menolong orang tanpa pamrih"Aruna memeluk indira dengan erat.


"iya ma...iya"indira terkekeh.


masakan sudah dihidangkan diatas meja makan, Aruna memanggil semuanya untuk makan.


prayudha tersenyum menggenggam tangan Aruna dan menciumnya.

__ADS_1


"makasih ya sayang...makasih sudah membuatkan aku makanan lezat ini lagi"prayudha menatap Aruna membuat Aruna tersipu malu.


"ehem...tolong adegan dewasanya di sensor ya om...ada anak kecil nih...jangan sampai terpapar hal yang tidak baik"Andara menyela sambil mengambil tempe goreng kesukaannya.


prayudha dan Aruna pun tersenyum satu sama lain.


saat indira mau mengambil nasi, Gumilang pun melakukan hal yang sama. sedikit lagi tangan keduanya hampir bertemu.namun indira segera menarik tangannya agar tidak bersentuhan dengan tangan Gumilang.


prayudha tersenyum melihat kegugupan dua sejoli ini walaupun wajah keduanya tampak biasa saja.


"sini aku ambilkan mas"seru Andara mengambilkan Gumilang nasi dan sayur yang ada di depannya.


"iya makasih dokter an"Gumilang menundukkan kepalanya perlahan.


"kamu.dokter An???tanya prayudha menatap anak lelakinya itu.


"bukan cuma aku yah..indira juga dokter...cuma indira belum spesialis...baru 2 tahun sekolah spesialis nya"


"kalau indira mah ayah tahu,tiap kesini selalu cerita...dokter apa An??"

__ADS_1


"dokter bedah...seperti ayah"Andara menatap wajah prayudha yang tampak kaget.


__ADS_2