
Dua minggu berlalu,
Akhtar membawa zahwan ke rumah sakit Andara, kondisi zahwan yang lemah, membuat Akhtar kesulitan menggendongnya.
Akhtar membawa Zahwan ke UGD, dari UGD,Zahwani dipindahkan ke ruang perawatan khusus pasien dengan kanker.
Indira datang menemui Zahwan.
"Assalamualaikum Zahwan, apa yang masih dirasa...Zahwani pusing"Suara indira yang lemah lembut membuat Zahwan seperti mendapat angin segar.
Selama sepuluh tahun Zahwani tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu, zahwan menatap indira dengan lama.
tiba-tiba saja Zahwan merasa ingin mempunyai ibu seperti wanita yang ada di hadapannya ini.
"Ibu...bolehkah aku memanggil dokter dengan "Ibu" Akhtar yang mendengar merasakan sakit yang luar biasa, ucapan Zahwan yang polos membuat Akhtar terkejut, Zahwan selama ini selalu saja diam, tidak pernah meminta apapun tapi hari ini...Akhtar sungguh tidak mengerti.
"boleh kenapa tidak,sini ibu peluk"indira memeluk Zahwan dan Zahwan hanya menangis sesenggukan.
melihat itu, Akhtar tidak bisa berbuat apa-apa. Yang ada di pikiran nya sekarang adalah bagaimana caranya agar Gumilang tidak mencurigai atau salah paham dengannya.
Zahwani di ambil darah untuk pemeriksaan laboratorium.
__ADS_1
Setelah menunggu 3x24 jam, hasil pemeriksaan Zahwani sudah keluar, indira pun mulai melakukan pemeriksaan pada Akhtar, untuk dicocokkan sumsum tulangnya dengan Zahwan.
Indira menelan ludah saat hasil pemeriksaan keduanya tidak cocok.
"bagaimana bisa tidak cocok dokter, saya ini ayah kandungnya....apakah perlu test DNA dokter untuk membuktikan kalau Zahwan anak saya"ucap Akhtar penuh emosi.
Indira masih duduk ditempatnya sambil mendengarkan ucapan dari seorang ayah yang putus asa.
"Begini pak Akhtar, bukan masalah ayah kandungnya saja, tapi memang seperti itu adanya, jarang orang tua yang sumsum tulang cocok dengan anaknya...walaupun golongan darah dan hasil tes DNA mengarah ke sana, Anda minta sama yang Maha mendengar dan Maha melihat, agar membantu anda"
"Hah!!!"Akhtar terkejut dengan apa yang disampaikan oleh indira tersebut.
Akhtar lama memandang indira yang sedang bermain bersama zahwan.
Ada perasaan ngilu saat zahwan lebih terbuka dan ceria bersama indira, begitu banyak baby sitter yang berganti hanya agar zahwan merasa nyaman.
zahwan tertawa dan terus berceloteh tentang rumah, dan sekolahnya.
Gumilang datang bersama Nilam, zahwan terpaku menatap wajah nilam yang cantik dan anggun.
Zahwan menelan ludahnya dengan kasar, Nilam menunduk merasa tidak nyaman diperhatikan oleh orang lain.
__ADS_1
Gumilang menarik tubuh Nilam ke belakang tubuhnya,
Zahwan hanya tertunduk melihat tatapan akan dari Gumilang.
"Eh ada siapa tuh??"indira menoleh kepada suami dan anaknya.
"itu siapa bu??"tanya zahwan pada indira yang sedang mencium punggung tangan suaminya.
"ini suami ibu....dan gadis kecil itu anak ibu"indira tersenyum di balik cadarnya.
"sini dek...ini ada kak zahwan"
Gumilang mengerutkan dahinya pertanda tidak suka dengan panggilan indira untuk anaknya Akhtar.
Nilam duduk di sopa dekat ayahnya berada.
"Oh iya mas lam...mau jemput dokter indira ya"tanya akhtar basa basi
"Hemh"Gumilang menjawab sangat singkat dan jelas membuat Akhtar merasa tidak enak hati.
"Manda...pulang yuks...aku mau pengen bobo di rumah"nilam mendekati dan menarik tangan indira.
__ADS_1