Pesona Indira

Pesona Indira
43


__ADS_3

Siapa sayang???"tanya seseorang yang tak lain adalah prasasti.


Deg...indira terkejut, tapi indira masih dalam keadaan tenang.


prasasti keluar dan merasa terkejut juga...Indira diperkirakan masuk 2-3 hari setelah cuti menikah namun prasasti harus menelan kebodohannya kali ini.


"kamu pergi jalan-jalan dulu ya sayang"ucap prasasti pada perempuan itu.


"baiklah"

__ADS_1


keduanya cipika cipiki di depan indira tanpa segan sedikitpun.


"Masuk lah dokter indira...dan ingat apa yang tadi apa yang kamu lihat jangan sampai yani tahu...jika yani tahu...kamu lah orang yang pertama aku cari"prasasti menunjuk didepan indira yang tampak masih santai.


indira hanya diam saja tanpa.menggubris apa yang diucapkan prasasti barusan.


indira duduk di sopa, sedangkan prasasti di kursi kerjanya.


Wajah prasasti berubah menjadi merah, apa yang baru saja diungkapkan oleh indira ada baiknya.

__ADS_1


prasasti membuat peraturan tanpa menimbang banyak hal.


"begini dokter indira...ya saya paham benar tujuan rumah sakit ini apa...tapi yang jadi masalahnya adalah ketika orang yang menengah ke.atas pun kalau berobat kesini selalu mengatakan tidak mampu...bahkan kalau saya visit..di ruang Kapri...pasien membawa laptop dan barang-barang mewah mereka"


"saya rasa wajar kalau Mereka membawa barang-barang mewah mereka...anda tahu gak!!!ruang kapri itu apa...ruang kapri adalah ruang Super VVIP....dan mereka selalu bayar dimuka...apakah ada contoh lain dokter prasasti???"indira terkekeh


prasasti terdiam dengan jawaban dari Indira, dan apesnya prasasti salah menyebut nama ruangan.


"Oh iya dokter prasasti yang terhormat, Rumah sakit ini bukan ladang bisnis anda...banyak nyawa yang dipertaruhkan disini jika anda terlambat satu detik saja menyelamatkan mereka...baiklah hanya itu tujuan saya datang kesini dan mohon maaf jika hari ini terulang kembali kejadian yang sama , nama baik rumah sakit andara ini yang akan jaminan nya...permisi...Assalamualaikum"indira berdiri dan keluar dari ruangan prasasti.

__ADS_1


Prasasti memainkan kesepuluh jarinya, prasasti mencoba mengkaji lagi ucapan dari indira dan mengecek semua laporan dari tahun ke tahun yang ada di lemari nya.


prasasti terkejut...bahwa selama ini memang benar apa yang disampaikan oleh indira.


__ADS_2