
indira mengerutkan dahinya, karena alamat ini tidak jauh dari rumah sakit Andara.
"oh ya bu..salah satu dari Ibu, ada yang bisa ikut saya satu-dua orang...kita akan ke rumah ibu yang tadi"indira tersenyum pada perawat yang tadi mendampinginya visit.
"baik dokter..."ucap perawat tersebut.
Indira dan kedua perawat berjalan kaki ke alamat yang di tuju.
Tiba dirumah tersebut, rumah tampak sepi seperti tidak terurus.
Belum sempat mengetuk pintu, seseorang keluar dari pintu rumah.
"Kenapa bu"teriak seseorang dari rumah sebelah.
"Mau ketemu sama yang punya rumah ini bu" ucap salah satu perawat
"oalah..udah pada pindah kemarin..mereka perginya juga buru-buru"ucap ibu itu mendekat ke arah indira.
"oh ya bu.maaf..pindah kemana ya???"
"gak tahu mba...gak bilang juga...belum ada satu tahun tuh mereka disini"
"nama keluarganya siapa ya bu??"tanya perawat tersebut penasaran
__ADS_1
"Siapa ya...kami sih biasanya manggil bu rendi aja ke istrinya...mereka itu suami istri muda dan seorang ibu...kalau yg tua...gak salah namanya bu parmi"
"Kasian amat ya ibunya, ditinggal begitu sama keluarganya...aneh...padahal ibu itu baru usia 50 tahun ya, masih produktif"lirih salah satu perawat.
"ibunya itu orangnya cerewet mba...pantes aja kalau di tinggal...setiap hari ceramahin anak dan menantunya...bilang gak becus cari uang, dan lain-lain"
"iya bu..baik..terima kasih informasinya ya bu...kami pamit ya..Assalamualaikum"indira.menangkupkan kedua tangannya di dada dan berlalu dari sana.
Tiba dirumah sakit, indira dan kedua perawat tersebut terpisah.
Indira merasa lelah dan akan pulang ke rumah, namun di tengah perjalanan, indira di hadang oleh sebuah mobil berwarna merah.
dua orang keluar dari mobil dan menggedor kaca mobil indira yang memang sengaja di tutup.
indira masih memperhatikan orang yang menggedor kaca mobilnya.
indira melepas sabuk pengaman, dan keluar dari mobil.
Indira menatap tajam pada kedua orang yang belum pernah dilihatnya itu.
tanpa kata, salah satu orang tersebut menyerang indira dan semakin brutal saat indira berhasil menghindar.
indira menyerang balik saat orang tersebut mulai kelelahan menyerangnya.
__ADS_1
satu orang terjatuh, dan yang lainnya pun menyerang kembali.
indira tetap waspada dan berhasil mengalahkan keduanya.
indira tidak mau ambil pusing, keduanya indira tinggalkan di jalan tersebut dalam keadaan pingsan.
indira merasa lelah, asam lambung serasa sudah naik ke tenggorokan, dan ada rasa nyeri di perut bagian bawahnya.
Indira masuk ke dalam rumah setelah membaca salam.
indira duduk di sopa dan tak berapa lam, indira pun jatuh pingsan.
Gumilang pulang ke rumah, merasa cemas indira tidak menerima panggilan ponsel dan membalas pesannya.
Melihat istrinya yang pingsan, Gumilang memindahkannya ke kamar dan membuka cadar nya.
wajah indira tampak pucat, baju bagian bawahnya tampak kotor seperti habis berkelahi.
Gumilang mengganti semua baju indira yang kotor.
sudah dua jam indira belum juga sadar, Gumilang pun meminta andara untuk datang ke rumah mereka.
"Kenapa sama rara mas??"tanya Andara menatap adik iparnya itu.
__ADS_1
"pingsan an...dari tadi gak bangun-bangun, padahal udah di kasih minyak kayu putih"
"dari wajahnya terlihat lelah ya...apa dia habis berkelahi ya...kok tangannya lebam begitu"Andara memperhatikan dengan seksama.