Pesona Indira

Pesona Indira
18


__ADS_3

"iya ibu diam aja...apa salahnya sih nyenengin calon istri anaknya"pak Prasetyo mengulum senyum.


"ketinggian pak..mana mau nak Indira sama anak kita..."


"jodoh itu takdirnya Allah Bu..siapa tahu??"pak Prasetyo masih tidak menyerah.


"Nek..ayo ih...keburu siang"Indira teriak di dalam dapur.


"iya nak..iya" Bu Darmi buru-buru ke dapur.


"loh kok...ayamnya ada 3 ekor nek...cepat amat nambahnya...tadi Rara cuma lihat ada satu ekor kok"Indira terkejut saat melihat isi kulkas.


"maaf nak...nenek lupa..hari ini juga ada temannya mas Gumilang"


"oh...nenek aja yang masak...aku bantuin aja ya...aku gak pede kalau masak buat banyak orang"Indira menatap Bu Darmi yang sedang memotong ayam di wastafel.


"loh kok gitu ..katanya mau belajar masak..kok niatnya berubah....ayo ..nenek gak suka ya kalau Rara plin plan gitu"Bu Darmi tahu kalau Indira hanya bercanda dengan ucapannya.


dari Indira kecil, mau sesulit apapun Indira akan terus berusaha, pantang baginya untuk mundur apa lagi menyerah.

__ADS_1


melihat Bu Darmi dan Indira tampak sangat akrab, Aruna merasa perih di dalam hatinya, andaikan dulu Aruna mencari keberadaan Bu Darmi dan Indira dengan gigih, mungkin Indira akan bersamanya.


ya..semua adalah kehendak Allah..Aruna tersenyum dan menghampiri Indira yang sedang mengaduk kuah soto di panci.


"Harum ya kuahnya,pintar masak juga nih Bu dokter"Aruna menoleh ke arah Indira yang tersenyum.


"Sudah lama datang Bu dokter...maaf kalau saya gak menyambut"


"tidak apa-apa Bu...saya ingin juga ikutan masak"


"wah-wah aku ketinggalan cerita nih, semuanya pada kumpul disini...Ra...ini kamu yang masak ya...wah...coba nyicip"Yani masuk ke dapur dan langsung mengambil kuah ke piring kecil.


"ih kak Yani ..makannya bareng nanti didepan...kakak bantuin bawa piring dan kawan-kawannya ya"Indira memberikan perintah tanpa menoleh sedikitpun


"siap Bu"Yani mulai mengambil piring dan mangkuk keramik di dalam rak.


Aruna membantu membawakan nasi dan makanan yang lain.


Makanan sudah terkumpul, Bu Darmi memanggil semuanya untuk makan bersama.

__ADS_1


Gumilang membawa seseorang yang membuat Yani tidak bisa makan dengan lahap. ada perasaan segan dalam hatinya.


laki-laki yang sama,yang dilihatnya di dalam mesjid dan dosen di kampusnya waktu itu.


tangan Yani dan tangan laki-laki itu hampir bersenggolan saat akan mengambil sendok.


"Maaf"ucap laki-laki itu pendek , langsung menarik tangannya.


"silahkan duluan pak"Yani mempersilahkan


"Islam sangat mengutamakan wanita, silahkan anda lebih dulu"ucapnya membuat tubuh Yani seakan melayang.


laki-laki ini sangat paham agama, boro-boro mau saling berpandangan, laki-laki itu malah menundukkan pandangannya saat Yani melirik ke arahnya.


Indira tersenyum saat melihat Andara mengambilkan makanan untuknya.


"makasih ya kak"Indira mengucap dengan lembut.


"sama-sama cantik...makan yang banyak...peer kita masih banyak"Andara menuangkan kuah sedikit demi sedikit ke dalam piring Indira.

__ADS_1


"Perhatian amat An...mangsa baru kamu ya"ucap laki-laki itu tanpa melihat ke arah Indira.


__ADS_2