
"yailah ayah....lagi genting ini kok aku yang diinterogasi sih...aneh ayah mah....mana aku tahu kalau selia itu keponakannya om Pramono...yang aku tahu dia itu putrinya yang punya yayasan di RS Andara"
"siapa yang punya RS Andara???"tanya prayudha penuh selidik
"yang punya..namanya dokter Prambanan"
jawab Andara dengan wajah polos dan menggemaskannya.
"Prambanan...selia anaknya Prambanan....hufft..sempit sekali dunia...Prambanan itu dulu asisten ayah di RS..tapi dia berkhianat dan bersekutu dengan Pramono"wajah prayudha berubah murung.
"kenapa nama RS nya nama kamu an"tanya ayah lagi menatap Andara yang celingukan.
"ehm...hahahhaha....panjang ceritanya ayah....kita bereskan dua orang ini sekarang dan laporkan ke polisi"
"Ampun....ampuni kami pak...bukan Pramono yang menyuruh kami...tapi selia...kami menggunakan nama Pramono karena ingin mba yang tadi merasa takut...tapi ternyata fisiknya saja yang perempuan, dalamnya pria kali ya"salah satu orang itu menunduk sambil menghela napasnya dengan panjang.
Andara mengulum senyum, Gumilang menunduk menahan senyum.
__ADS_1
Prayudha menggelengkan kepalanya dengan cepat.
" baiklah kali ini kami lepaskan, tapi awas saja kalau besok atau lusa kalian mengganggu wanita tadi....kalian akan rasakan dingin nya jeruji besi...paham!!!"prayudha menatap tajam pada kedua laki-laki tadi.
Gumilang melepaskan ikatan pada kedua orang itu.
keduanya lari dengan cepat tanpa memikirkan kesehatan dan keamanan mereka.
Indira mendekat ke arah para lelaki dengan wajah kesal.
"kok dilepas sih ayah...untung pasirnya gak kena mata aku"indira tanpa sadar menunjukkan sisinya yang manja.
"tidak apa yang penting kamu gak kenapa-kenapa"prayudha memegang kepala indira dengan penuh kasih sayang.
"mereka siapa yah???pengawalnya selia!!!lah terus kemarin itu selia belum kapok ya ngerjain aku...mentang-mentang RS itu punya ayahnya"indira menggerutu membuat siapa saja yang mendengarnya,pasti merasa gemas.
"selia itu gak mau kehilangan cinta seorang Andara dek...dia mungkin mengira kalau aku memutuskan pertunangan ku dengannya karena aku sedang mengejarmu..makanya dia rela nama baiknya tercemar asal tujuannya tercapai"
__ADS_1
"pake pelet dukun mana kak"tanya indira menoleh ke arah Andara yang tampak bingung.
"pelet!!!ih...pikirannya kuno banget sih...mana ada zaman serba teknologi ini pakai pelet....adanya pake bunga bank"
"lah...selia kan gak perlu bunga bang...kan ortunya udah tajir melintir...apa yang dia punya tinggal ngedip..betul gak ma"indira menoleh ke arah Aruna yang sedang mendekatinya.
"Mama juga bingung sama selia, kenapa dia bisa jatuh cinta sama kakak kamu ini"Aruna tampak tersenyum mengejek Andara.
"ih mama nih....siapa sih yang tidak mau bersanding dengan anak keturunan Bramantyo yang ketampanan nya sudah sangat merajelela..."Andara membusungkan dadanya membuat indira jengkel dan menendang kaki Andara.
"sombong benar kak...awas loh ya kalau besok atau lusa belum ada pasangannya"
"tenang aja ra...kamu mau punya kakak ipar model apa....mau cantik ada...seksi...banyak...tinggal ngedip aja langsung mendekat"
"aku sih maunya yang soleha kak"
" belum ada kalau yang solehah mah ra...cariin dong"Andara menggesekkan kepalanya di bahu indira.
__ADS_1
"ih apaan sih kakak ini gak jelas banget deh"indira memukul Andara dengan asal.