
"kalau indira mah ayah tahu,tiap kesini selalu cerita...dokter apa An??"
"dokter bedah...seperti ayah"Andara menatap wajah prayudha yang tampak kaget.
"selama menangani pasien tolong diidentifikasi dengan benar An,pastikan kembali benar gak itu pasien nya jangan sampai salah bedah orang"
"sudah mas..sudah...semua itu bukan kesalahan kamu...yang harusnya membedah itu bukan kamu tapi Pramono, dan Pramono yang bawa Pasien itu ke dalam kamar operasi...sudah jelas dia menjebak kamu...agar kamu di pecat dan dikeluarkan dari instansi itu...dan Pramono berhasil..tapi satu yang dia lupa kalau semua tempat di instansi kamu yang dulu sudah terpasang CCTV....bukti sudah ada di tangan polisi mas...polisi sedang mencari dimana Pramono berada..."
indira tahu kalau apa yang keluarganya rasakan adalah perbuatan dari rasa iri dan dengki manusia.
indira makan perlahan tapi malah tersedak.dengan sigap Gumilang memberikan air putih ke indira dan tanpa sadar indira pun mengambil dan langsung meminumnya.
lima menit kemudian indira menoleh kearah dimana Andara berada, Andara sedang duduk di depan TV sambil main ponsel.
indira terkejut mengingat kejadian tadi.
wajah indira memerah menahan malu.
Prayudha pun paham.apa yang telah terjadi pada anaknya itu.
__ADS_1
"mas gum...suka mancing???"tanya prayudha memulai pembicaraan untuk mengalihkan kegugupan keduanya.
"iya pak"
"disini banyak loh ikan yang akan dipancing...sukanya ikan apa???"tanya prayudha lagi.
"saya suka ikan bawal pak"jawab Gumilang sekenanya.
"ikan bawal...oh...baru enam bulan yang lalu loh saya buat ternak ikan bawal"prayudha melirik indira yang hanya terdiam.
prayudha mengulum senyumnya, prayudha paham...pantas saja indira sangat sumringah sewaktu akan dibuatkan kolam buat ikan bawal.
"ih anak ini...***** amat sih..."Aruna ngedumel sendiri heran dengan kelakuan anak lelakinya itu.
"apa ma..aku aja yang bantu mama"indira mendekat ke arah ibunya yang sedang memegang sapu lidi.
"kamu gak akan bisa ra...mama mau ambil mangga itu tuh...mau dibuat rujak mangga...enak..ayah suka banget apalagi kalau yang pedas banget sambelnya"Aruna menunjuk ke arah pohon mangga dengan sapu lidi.
indira mendekat ke arah pohon mangga namun langkahnya terhenti saat melihat Gumilang sudah ada diatas pohon mangga dengan gesit nya.
__ADS_1
indira menggaruk kepalanya bingung dengan situasi seperti ini.
Gumilang turun dari pohon mangga dengan membawa sekantong plastik besar mangga yang baru diambilnya tadi.
"wah...makasih mas gum...emang is the best deh kamu"Aruna mengambil plastik dari tangan Gumilang.
prayudha mengawasi gerak gerik indira yang sangat aneh hari ini.
mata indira terus melirik ke semua tempat.
indira berlari kecil mendekat kepada dua orang yang ternyata sedang mengawasi rumah ayahnya ini.
indira tersenyum,akhirnya bertemu lagi dengan dua orang yang membuat ikat pinggangnya terpotong menjadi dua.
"apa kabar kalian"indira menyapa sambil mengikat gamisnya kebelakang.
"kamu lagi...kita tidak ada urusan dengan kamu..tapi dengan prayudha"seru orang itu tanpa takut.
"baiklah kalian hadapi aku dulu kalau mau bertemu dengan prayudha"indira mulai memasang kuda-kuda.
__ADS_1
kedua orang tersebut mulai menyerang indira, indira tampak cekatan menghindar dari kedua orang tersebut.