
"kapan Indira memberikan informasi ke mama kan Indira belum pegang nomor ponsel mama"ucap Andara lagi yang masih belum sadar keberadaan Indira.
Aruna mengedipkan kedua matanya, Andara langsung paham dan berbalik.
"Eh nona muda dari keluarga Prayudha ada disini...selamat datang di rumahku istanaku ini"ucap Andara merentangkan kedua tangannya.
"terima kasih tuan muda"Indira menjawab ucapan kakaknya itu dengan sinis.
"oh ya ma .. kapan kita ke sana???tanya Indira lagi
"besok pagi...tapi bolehkah mama minta tolong Ra"Aruna menatap lembut pada Indira
"minta tolong apa ma???"
"menginaplah di rumah ini...malam ini ..mama ingin tidur bersamamu"Aruna menunduk khawatir indira tidak mau.
"baiklah mama ku sayang ..ayo"
"ma...terus bagaimana???....om Pram ada di depan mata loh ma...ada di..."Andara teriak namun Andara merasa ada yang sedang mengawasinya.
Andara melihat asisten rumah tangga yang sudah dua tahun ini bekerja dengan mamanya pergi dengan mengendap.
Andara pun mengikuti wanita tersebut sampai dapur.
"Pak...anak bapak yang perempuan juga ada di rumah ini....kapan bapak akan kembali lagi kesini???"tanya wanita itu
__ADS_1
Andara mengerutkan dahinya,hatinya terus bertanya,pada siapa wanita itu memberikan informasi...apa dengan ayahnya...tapi bagaimana bisa!!!bukannya ayahnya dilaporkan hilang dan sampai detik ini belum diketahui dimana keberadaannya.
Andara berbalik, namun di terkejut dengan keberadaan Indira yang berada dibelakangnya saat ini.
Indira menaikan salah satu alisnya, dan itu membuat Andara melengos.
Indira dan Andara masih mengawasi gerak gerik asisten rumah tangga itu yang terlihat masih sibuk dengan ponselnya.
"kak... sakit!!!"Indira memukul punggung Andara
"lagian ngapain kali ada dibelakang ku, keinjak kan kakinya"
"ih dasar...kakak nyebelin...."
"bodo amat"
"Andara....Indira, masuk kamar masing-masing...jangan berantem aja"Aruna setengah berteriak agar keduanya terpisah dan tidak lagi berdebat.
Indira masuk ke dalam kamar mama nya, sedangkan Andara masuk ke dalam kamarnya.
Jam 5 pagi, semuanya sudah bersiap menuju ke rumah seseorang.
"bi...saya mau ngajak anak-anak berlibur ke Bali ya bi selama satu Minggu...kalau ada yang nyari saya...bilang saja begitu ya bi"ucap Aruna memberi tahu pada asisten nya itu
"baik Bu...semoga perjalanan nya menyenangkan"
__ADS_1
"iya bi..terima kasih...kami pamit ya... Assalamualaikum "
"waalaikumus salam Bu.. hati-hati di jalan ya Bu..non dan den"
Andara yang menyetir mobil sedangkan Aruna dan Indira duduk di belakang.
"Ma...aku bukan sopir loh ma...masa aku sendirian di depan"Andara merengek
"gak sendirian lah An....nanti kamu berhenti di jalan kenanga dulu ya....Kita tunggu seseorang disana"
"baiklah...."
tiba di jalan kenanga, Andara masih santai menunggu namun sudah setengah jam orang yang di tunggu belum juga datang.
"mana ma?"
"tunggu lah An...kumat deh gak sabarnya"
"bukan kumat ma...masih ngantuk nih...pengen bobo ganteng lagi"
"gak biasa bangun subuh ya kak??"
"Bangunlah...kalau gak bangun...bisa dibakar kamar aku sama nyonya besar ini"
Aruna memukul bahu Andara dengan pelan.
__ADS_1
"ih mama nih..KDRT Mulu...dilaporin nih ke kak Seto"Andara mendelik sambil menggerutu.