Pesona Indira

Pesona Indira
50


__ADS_3

indira tampak terpaku saat menyadari bahwa ruangan itu bukan hanya sebuah ruangan biasa..tapi ruangan bawah tanah yang di desain khusus untuk bersembunyi.


dari pertama masuk, indira sudah menghitung ada sepuluh kamar yang berbeda.


ketiganya sudah berada di ujung kamar paling besar dari semuanya.


Pintu terbuka lebar, di sana tampak banyak orang yang hadir, tapi darimana mereka masuk.


Gumilang dan indira saling menoleh.


Andara mengerutkan dahinya, andara bingung semenjak kapan ada tempat seperti ini.


Prasasti maju ke dalam sebuah podium dan berdiri di sana.


"Teman-teman terima kasih sudah datang dan menyempatkan waktu, untuk menghadiri pernikahan dokter listyani dan kembaran saya..prasasta...kepada kedua mempelai silahkan maju"ucapnya dengan lantang.


Deg...Prasasta!!!!


Gumilang terkejut, prasasta adalah orang yang selama ini dia cari.


Prasata adalah saksi kunci semua masalah yang terjadi.


Ijab kabul dilaksanakan dengan khidmat, listyani tampak bahagia dengan pernikahannya.

__ADS_1


Semua tamu menikmati hidangan, mau tidak mau tamu tak diundang pun harus ikut berbaur agar tidak dicurigai.


Gumilang dan Andara membawa indira keluar buru-buru karena indira merasa pusing, indira merasa badannya lemas dan tak bertenaga.


Tiba di depan rumah sakit, Prayudha dan Aruna sudah menunggu di mobil.


indira dimasukkan ke dalam mobil dan berlalu dari sana.


sedangkan Gumilang dan andara harus kembali dan masuk lagi ke sana untuk mengetahui kejutan yang lain.


Andara hampir berdecak kagum saat keluarga Prambanan dan Pramono berada dalam ruangan tersebut.


Selia dan prasasti duduk diantar Prambanan...sedangkan Pramono berada di antara Suciwati...listyani..dan prasasta.


Pesta cukup meriah walaupun dilakukan dalam waktu dini hari.


Andara ingin maju dan membongkar semuanya, namun Gumilang menahannya.


dari awal masuk Gumilang sudah merekam semua yang terjadi di ruangan ini.


Gumilang memperhatikan wajah listyani yang tampak bahagia dengan pernikahan ini.


lalu ada apa sebenarnya, kenapa malam kemarin dia mengirim pesan seperti itu pada indira.

__ADS_1


Selia maju dan tersenyum dengan bangga.


"teman-teman terima kasih atas dukungan setianya pada keluarga Prambanan...keuntungan yang sudah kita capai selama ini sangat fantastis tanpa bekerja keras...hahahahah...biarlah orang lain yang bekerja kita menikmati hasilnya"


Suara riuh membahana di ruangan tersebut, wajah andara sudah merah menahan amarah, kalau saja tidak ditahan oleh Gumilang...mungkin sudah meledak.


"sabar an..sabar...belum waktunya kita membuka kedok mereka"bisik Gumilang menenangkan Andara.


Jam 4 acara selesai, Gumilang dan andara terus mengikuti jalan yang dilewati oleh orang-orang tersebut.


Andara dan Gumilang saling menoleh saat mengetahui, ada jalan masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa melewati ruangan kusuma.


Pintu masuk itu ternyata jalan yang menuju ruang kerjanya.


Andara menggertakan giginya, hatinya penuh amarah saat mengetahui hal tersebut.


"dasar kutu kupret"Andara mengepalkan tangannya.


Gumilang mengulum senyum, padahal Gumilang sudah tahu jalan ini saat Gumilang mengantar barang untuk peralatan medis.


tapi Gumilang ingin mengumpulkan bukti lebih banyak lagi, Gumilang masih penasaran kenapa mereka semua tidak menyukai ayah mertuanya itu.


Setelah berada di dalam mobil, Gumilang menatap andara yang sedang mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Kenapa semua keluarga besar ayah kamu sangat tidak menyukai ayah,An??"


"karena ayah menikah dengan mama yang berasal dari keluarga tidak mampu, dan ayah lebih memilih mama, daripada keluarga besarnya"


__ADS_2