
"Apa benar Bu Darmi sudah kembali ke rumah lagi mas gum??"tanya Bu direktur tanpa basa basi.
"iya Bu...ibu saya sudah kembali bersama dokter Indira yang tadi keluar dari ruangan ini"
Gumilang menatap sekilas pada wanita yang sudah menolongnya itu
"tuh kan Rista..apa yang saya bilang..."Bu direktur menoleh pada sekretaris nya yang bernama Rista itu
"iya bu...data yang ibu minta sudah akurat...bukti-bukti yang ibu minta juga sudah tersedia di meja ibu"Rista memberikan informasi yang dia tahu.
"maksud mama...wanita bercadar tadi kembaran aku"Andara menatap mamanya yang tak lain direktur pelayanan di rumah sakit Andara ini
laki-laki bernama Andara adalah kakak dari Indira yang terpisah selama 24 tahun..
"iya...mas andara belum pernah lihat dokter Indira bicara sambil memicingkan kedua matanya ya...itu mirip banget mas sama ibu dan mas andara..."ucap Rista keceplosan.
"kok kamu bisa tahu,Ris..bukannya baru kali ini ya Indira kesini"Andara menoleh ke arah Rista yang gugup
"dari beliau kuliah di Lampung ambil Sarjana kedokteran, saya sudah tahu mas...waktu itu ibu menjadi narasumber di seminar yang diadakan di kampusnya dokter Indira, dalam sesi tanya jawab...hanya ibu dan dokter Indira saja yang terlibat komunikasi..dokter Indira dan mas andara itu yang membedakan hanya jenis kelaminnya saja, kalau pola pikir dan kecerdasan itu sama..."Rista menjelaskan semua pada Gumilang dan Andara.
__ADS_1
"boleh saya bertemu dengan Bu Darmi mas gum"tanya Bu direktur lagi.
"boleh Bu...kapan ibu akan bertemu dengan ibu saya"tanya Gumilang dengan sopan
"hari ini saya bisa kan ya Rista...ada rapat dengan bagian lain gak ya"
"hari ini aman Bu..."
"baiklah ayo mas gum, sebelum dokter Indira pulang ke rumah "Bu direktur berdiri dengan Rista yang berada di sampingnya.
Tiba di rumah Bu Darmi, Gumilang masuk terlebih dahulu untuk memastikan kondisi
setelah aman, Gumilang mengajak Bu direktur dan sekretarisnya ke dalam.
"Bu...maaf...ada yang mau ketemu dengan ibu"ucap gumilang menghela napasnya.
"kamu kenapa gum...kelihatan cemas begitu..memang siapa tamu nya??"
"Saya Bu Darmi..."
__ADS_1
Darmi menoleh dengan wajah yang pucat pasi
"Dok....dokter Aruna Indira Prameswari"gumam Bu Darmi hampir tidak terdengar.
"Apa kabar Bu"Aruna memeluk Darmi yang belum bereaksi. tubuh Darmi merosot kebawah. Darmi bersujud di kaki Aruna sebagai permintaan maaf.
Aruna mundur beberapa langkah..namun Darmi masih berada diposisi yang semula.
Gumilang membangunkan ibunya yang berlinang air mata.
"Maafkan saya Bu dokter...maaf..bukannya saya menculik neng Indira..."ucap Darmi memegang dadanya yang terasa sesak
"iya Bu...iya saya paham"
Aruna memberanikan diri untuk mendekati Darmi yang masih terkejut dengan kedatangannya.
"tenang Bu..tenang...saya ke sini hanya untuk silaturahmi saja"Aruna memeluk Darmi yang kedua kali.di usapnya punggung Bu Darmi yang sudah semakin tua dan ringkih.
"Saya tidak menculik neng Indira Bu..sungguh ...waktu itu di bandara, ada seorang wanita yang katanya ingin buru-buru...makanya saya kasih tiket saya ke dia...dan kami bertukar tiket...saya mencari ibu dan mas andara...sambil menggendong neng Indira Bu...tapi ini tidak ketemu...akhirnya saya kembali ke rumah ibu tapi rumah itu sudah berpindah tangan ke adik ipar bu Aruna...
__ADS_1