
Gumilang merangkul Andara setelah makan dan duduk di taman dekat teras rumah.
"kenapa mas...ada yang mau di sampaikan kah???"tanya Andara melihat wajah kakak ipar yang sendu.
"bisa carikan donor buat penderita leukemia gak, an??"
"siapa yang terkena leukemia mas"
"pasien nya indira...sumsum nya gak cocok sama ayahnya"
"ibunya???"tanya Andara menatap lekat pada Gumilang.
"meninggal saat melahirkannya"
" besok coba tanya ayah aja...ayah kan banyak temannya...siapa tahu ada peluang"
"kamu aja yang nanya sama ayah...saya masih segan sama ayah..malu rasanya"
"Ayah aja gak malu kok sama mas gum"Andara tertawa sambil memukul bahu Gumilang.
*************
Tadi malam Andara menghubungi Prayudha agar mampir ke rumah indira, Aruna terkejut sat mengetahui kalau indira keguguran.
__ADS_1
"Sayang...maafkan mama ya...mama baru tahu dari kakakmu...tidak masalah, mungkin Allah sudah menyiapkan yang lebih baik lagi"
"iya ma...indira sudah ikhlas"
Nilam dan rida main boneka barbie yang baru saja dibelikan oleh aruna.
Prayudha menghampiri Gumilang dan andara yang masih main catur.
"Sopan banget nih anak, orang tua datang di sapa kek"Prayudha duduk di depan Andara yang hanya cengengesan.
"lagi tanggung nih yah..aku udh 2x kalah melulu sama mas gum..."Andara menyalami ayahnya begitu juga dengan gumilang.
Gumilang menyudahi permainannya dan meninggalkan Andara yang hanya bengong tidak berdaya.
Prayudha tersenyum tipis melihat Andara yang menggerutu karena kesal.
"Yah..maaf..apakah ayah bisa bantu indira"
"bantu dalam hal apa mas???"
"Mencarikan orang buat donor sumsum ke pasien nya indira"
prayudha menatap Gumilang yang tertunduk.
__ADS_1
"Pasien indira apa, pasien anak kah???"
"iya"
"ayah anak itu duda??"
"i..iya yah"
prayudha tertawa dengan keras, prayudha paham kalau Gumilang sedang cemburu buta.
"Mas gum...pernah jatuh cinta gak sebelum bertemu dengan indira"
Gumilang menggelengkan kepalanya namun dahinya mengerut.
"Mas gum...gak suka ya kalau indira dekat dengan anak itu...atau mas gum tidak mau melihat kalau indira dekat dengan laki-laki lain"
"Hah!!!"Gumilang tertunduk, wajahnya menahan malu.
"ayah paham kok mas...wajar kalau mas gum sangat melindungi dan menjaga indira dengan sepenuh hati, kalau mas gum masih merasa ada perasaan khawatir saat indira dekat dengan laki-laki lain, artinya apa???mas gum belum percaya sepenuhnya pada indira....mas gum takut kehilangan indira, betul seperti itukah mas???"prayudha menatap pada menantunya itu.
"Saya percaya pada indira ayah, ayah juga seorang laki-laki kan, dan saya rasa ayah tahu bagaimana sikap lelaki jika menyukai seorang wanita"Gumilang mengangkat wajahnya dan menatap prayudha yang juga sedang menatapnya.
"Indira itu pintar mas gum, indira tahu mana yang terbaik buat dirinya dan keluarganya, indira berempati pada anak tersebut hanya karena tidak punya ibu...wajar kalau anak itu kesepian, bagi seorang anak...ibu adalah segalanya, indira berperilaku demikian karena memang pernah di posisi seperti itu, biarlah indira yang menyelesaikan masalahnya sendiri...itu hanya ketakutan terbesar mas gum saja, Indira tidak akan pernah meninggalkan mas gum untuk orang lain, percayalah....indira hanya menjalankan tugasnya saja sebagai seorang dokter sub spesialis di bagian hematologi...sampai sini paham kan mas!!!!perihal donor darah...suatu hari juga akan ada yang datang langsung menemui indira"prayudha beranjak dari depan teras dan meninggalkan Gumilang yang sedang menyugar rambutnya ke belakang.
__ADS_1