
Malam menjelang seorang laki-laki usia 26 tahun datang dengan sepeda motor nya, laki-laki itu memakai jaket dan celana warna hitam dengan tas ransel di punggungnya.
Indira melihat laki-laki itu dari jendela kamarnya.
pak Prasetyo keluar setelah mendengar laki-laki itu mengucapkan salam.
laki-laki itu berlutut dihadapan nek Darmi, dan kemudian memeluknya.
tok..tok...tok...
"nak Indira...sudah tidurkah?"ucap Darmi mengetuk pintu kamar Indira dengan sopan
"belum nek"Indira membukakan pintu kamar dan tersenyum.
"ada anak nenek di sini, mari nenek perkenalkan"Darmi tersenyum
diruang tamu,laki-laki itu duduk dengan sopan.
laki-laki itu menatap Indira sekilas dan langsung menundukkan pandangannya.
Indira mengerutkan keningnya, masih ada laki-laki seperti ini di zaman sekarang.
"ehm..nak Indira...ini Anak kakek..namanya Malam Gumilang.."ucap Prasetyo dengan ragu.
"iya kek...terima kasih sudah mengenalkan anak kakek...jika boleh...apakah aku sudah boleh ke kamar...aku mau istirahat"Indira menangkupkan kedua tangannya .
__ADS_1
"iya silakan nak"jawab keduanya kompak
"permisi... Assalamualaikum"Indira membungkukkan badannya dan berlalu dari sana.
Tiba di kamar, Indira langsung terlelap di kamar.
Jam 8 pagi, Indira sudah bersiap ke Rumah sakit untuk praktek perdana sebagai dokter magang spesialis penyakit dalam, meskipun begitu Indira selalu belajar terlebih dahulu.
Indira berpapasan dengan anaknya nek Darmi yang terdiam seribu bahasa.
Indira hanya menundukkan kepala dan mengucapkan salam.
malam Gumilang hanya menjawab salam seperlunya.
"Gum...kamu gak pergi ke kantor"ucap pak Pras yang dari tadi melihat anaknya itu.
"oh ..menurut kamu nak Indira bagaimana??"pak Pras mulai meledek Gumilang
"bagaimana apanya pak,saya belum terlalu mengenalnya...tanya sama ibu saja kalau bapak ingin tahu"balas Gumilang lagi tak peduli
"sudah tahu bapak mah...dari satu tahun lalu, kan yang renovasi rumah ini, nak Indira..."balas pak Pras keceplosan.
"iya maafkan Gumilang ya pak, Gumilang belum bisa membahagiakan bapak dan ibu"Gumilang merasa tidak hati pada ayah dan ibunya.
"maksud bapak bukan itu gum...maafkan bapak ya...ya sudah bapak mau ke kebun...mau bantuin ibu... Assalamualaikum"
__ADS_1
"waalaikumus salam pak..saya juga ikut pak ke kebun...sekalian olahraga"
."ya sudah hayu"
pak Pras dan gumilang pun pergi ke kebun.
Tiba di Rumah sakit yang di tuju, Indira langsung kebagian pelayanan medik untuk bertemu dengan direktur.
tok..tok...tok...
"Assalamualaikum pak..saya Indira, dokter magang di sini, apa saya boleh masuk"ucap Indira sopan
"ya...silahkan masuk mba"balas seorang wanita yang merupakan sekretaris dari direktur pelayanan medis tersebut.
direktur pelayanan medis di rumah sakit Andara adalah seorang perempuan muslimah yang bercadar juga.
Indira menundukkan wajahnya saat sepasang mata tajam dibawah cadar memindai semua badannya.
"Silahkan duduk dokter...maaf...Nama panjang dokter...Indira apa??"tanya sekretaris direktur tersebut.
"Indira P.P "jawab Indira pelan.
"P.P Nya apa ya dokter"tanyanya lagi seolah sedang mencari tahu.
"mohon maaf..saya belum bisa memberitahukan..boleh kan ya mba"balas Indira sopan.
__ADS_1
"Ya tidak masalah...kalau dokter Indira tidak berkenan memberitahu..maaf atas kelancangan saya ya dokter"ucap sekretaris direktur pelayanan medis tersebut sambil tersenyum.