
Bu Suciwati bersimpuh di hadapan Bu Darmi, air mata nya tak berhenti , ada penyesalan dalam dirinya.
"Saya hanya diminta oleh pak Pramono Bu...kata pak Pramono saya akan diberikan sejumlah uang kalau saya bisa menukar tiket ibu saat itu...tapi setelah saya tukar...pak Pramono nya menghilang Bu....maafkan saya ya Bu..maaf...."
Bu Darmi menghela.napasnya dengan pelan.
"baiklah semoga nak Indira tidak pernah tahu, semua cerita ini...aku takut dia akan membencimu dan membawamu dari sini dan tinggal di jalanan"
wajah Suciwati tampak pucat saat indira berdiri didepannya dengan tatapannya yang tajam.
"aku sudah memaafkan semua kesalahan orang dimasa lalu Bu....aku juga tahu siapa Bu Suciwati...makanya aku bawa ke sini agar Bu Suciwati dan nenek bisa berdamai dengan masa lalu, semua orang pasti punya masa lalu yang kelam ..diberikan penyesalan agar bisa menikmati hidup dengan layak...bangunlah Bu...bangun...temani nek Darmi di sisa hidupnya"ucap Indira memegang kedua bahu Bu Suciwati dan membawanya ke kursi.
Darmi menganga tak percaya, Darmi tidak pernah menyangka kalau Indira sudah tahu semuanya.
bagaimana bisa???siapakah Indira sebenarnya...Darmi menggeleng perlahan.
Indira memegang lengan Darmi dan menyatukan dengan tangan Suciwati.
__ADS_1
"berdamailah dengan masa lalu nek, ini semua sudah takdir Allah"Indira tersenyum
"Apakah dokter Indira ini...anak kecil yang dulu bersamamu,Bu...anak yang cantik dengan bulu mata yang tebal dan lentik...yang kalau tersenyum, sangat cantik sekali"tanya Bu Suciwati lagi menatap Darmi.
Darmi mengangguk..hatinya perih seperti di tusuk sembilu...kedua matanya terpejam, namun air mata terus mengalir tanpa henti.
indira memeluk Bu Darmi dari belakang.
"Apa sesakit itu nek...maafkan aku ya...apa aku terlalu baik sehingga kebaikanku menyakiti nenek"
"tidak nak ..tidak...nenek terharu....walaupun nenek tidak pernah mengajarimu arti kebaikan tapi dirimu melakukan semua perbuatan baik dengan benar"
terbesit dalam pikiran Darmi jika seandainya Indira menjadi menantunya. tapi kemudian bu darmi menepis semua itu dan menggelengkan kepala.
Indira memeluk kedua gadis di zaman dulu itu dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.
Kejadian ini membuat Aruna dan Andara tersenyum, orang lain saja dimaafkan apalagi dirinya sebagai keluarga
__ADS_1
Aruna dan Andara sengaja mengikuti Indira karena Indira meninggalkan tugasnya dirumah sakit hanya untuk membantu pasien yang sudah 6 bulan tinggal disana tanpa diminta biaya.
kini Aruna paham, situasi yang dulu terjadi.bukan salah Darmi yang menghilang tapi keadaan lah yang memaksanya waktu itu.
Darmi merawat Indira dengan cinta, begitu juga dengan Indira, Indira sangat menyayangi Darmi.
Tiba dirumah sakit, Listyani mendelik karena jengkel, sudah jam 2 Indira belum juga tiba.
"Assalamualaikum Bu dokter cantik"Indira mengucapkan salam sambil tersenyum
namun listyani malah diam saja dan tidak mempedulikan kata-katanya.
"dosa loh Bu...orang salam kok gak dijawab sih"
"waalaikumus salam....kamu kemana aja sih Ra...aku hampir jamuran nih nungguin kamu disini"listyani mengungkapkan apa yang dirasakannya sambil mendelik.
"maaf Bu dokter... urusannya belum selesai tadi..maklum...tapi sekarang udah selesai kok..ayo kita makan Bu dokter"Indira menangkupkan kedua telapak tangannya didepan dada.
__ADS_1
melihat masakan lezat didepannya membuat listyani kalau sedang mengambek.