Pesona Indira

Pesona Indira
23


__ADS_3

"Ih mama nih..KDRT Mulu...dilaporin nih ke kak Seto"Andara mendelik sambil menggerutu.


Baru saja Indira mau meledek, Gumilang datang dengan tergesa -gesa.


"Maaf Bu...tadi ada sedikit kendala di kantor"Gumilang menundukkan kepalanya


"tidak apa mas gum...geser kamu an..."Aruna tampak kesal dengan anak laki-laki yang selalu membuatnya naik darah itu.


Andara mendelik dan langsung pindah ke samping indira yang sedang memejamkan matanya.


tanpa sadar indira hampir memukul wajah Andara.


"ish..kakak ini...untung aku langsung sadar"


"galak amat sih jadi cewek...ntar gak ada yang mau loh"


"ma..kakak nih..."


"huuh..sedikit-sedikit ngadu...gak seru"


"bodo amat"


"amat aja gak bodo"


indira memutar bola matanya dengan malas.


Gumilang memperhatikan indira sekilas melalui kaca spion.


"fokus ke depan dong mas bro...kalau terjadi sesuatu kan gak enak"


Andara berceloteh membuat Gumilang menahan malu.

__ADS_1


Aruna menggelengkan kepalanya perlahan ,merasa heran dengan semua kelakuan Andara yang selalu meminta diperhatikan.


"Ma..belok kanan ya ma...setelah melewati Alfamart kedua ...belok kanan lagi ya ma...nanti berhenti di Gang Antariksa..."indira memberikan petunjuk jalan dengan mata tertutup.


"Hapal benar ya ra...keren"


"Hapal.lah kak....tiap satu minggu sekali kan aku kesini..."


"oh..emang yang akan kita tuju siapa ra??"tanya Andara penasaran.


"Nanti juga kakak tahu"


Andara terdiam sambil menyilangkan kedua tangannya.


"sudah di depan gang antariksa nih ra"Aruna memberitahu


"Ya udah ma...kita turun...biarkan parkir disini aja ma...buat nutup jalan"


Indira hanya terdiam memandang wajah Andara dengan tajam.


Andara tampak kikuk diperhatikan sedekat itu oleh adiknya sendiri.


"An...dilihatin sama adik sendiri aja kikuk..payah"Aruna mengulum senyum.


"kok aku jadi ngeri ya...laki-laki yang dipandang tajam seperti itu sama indira bisa langsung jatuh cinta ma...matanya tajam...hampir merobek semua hatiku..."


indira berjalan menyusuri jalan setapak.


di gang antariksa hanya ada satu rumah besar dengan cat warna biru laut.


Andara melihat ke sekeliling, yang ada hanya perkebunan buah-buahan dan kolam ikan yang membentang.

__ADS_1


suara tertawa membuat Andara mengerutkan dahi.


"Assalamualaikum"indira mengucapkan salam dengan lembut.


"waalaikumsalam"jawab laki-laki itu penuh dengan kharisma dan wibawa.


"Pak..indira datang bersama seseorang...maaf ya pak"


"tidak masalah nak...persilahkan tamu nya masuk ke ruang yang biasa ya"


"iya pak"


indira membawa Ibu,kakak dan Gumilang ke sebuah Ruangan kerja yang besar, banyak buku-buku di dalam rak yang tersusun dengan rapih..sesuai dengan abjad.


krek...pintu terbuka.Aruna tidak dapat menahan rasa haru.


Aruna berdiri dan membuka cadarnya di depan laki-laki itu.


laki-laki itu tersenyum dan tanpa kata langsung memeluk Aruna dengan hangat.


"Apa kabar istriku"ucap laki-laki itu dengan suara seraknya.


Aruna menangis..suaranya membuat indira merasakan kesedihan yang sangat pedih.


indira dan Andara saling melihat.


"Indira...terima.kasih sudah mempertemukan saya dan istri saya ya"ucap prayudha menatap indira dengan penuh senyum.


"iya..ayah"indira memanggil laki-laki itu dengan sebutan ayah.


prayudha terkejut dengan panggilan indira barusan. kedua manik matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2