Pesona Indira

Pesona Indira
61


__ADS_3

Selia menoleh ke arah indira, indira tersenyum dan itu membuat selia merasa semakin bersalah.


"Maafkan aku ya ra...maaf..."


"Iya sel...iya...ada aku dan mama di sini...yang sabar ya...jangan pernah merasa sendiri lagi ya"


indira melepaskan pelukannya.


Pemakaman sudah selesai, semua orang kembali ke rumah masing-masing.


Pramono memegang pergelangan tangan prayudha yang berada dekat dengannya.


"Kak ...maafkan kesalahan aku ya kak...maaf..."ucap Pramono menatap kakaknya itu.


prayudha tersenyum tipis, akhirnya setelah sekian purnama, Pramono menyadari kesalahannya.


listyani dan prasasti menghampiri indira.


listyani memeluk indira dan menangis.


"ra...maafkan aku ya...maafkan aku"ucap Listyani menangis di pelukan indira.


"maaf untuk apa kak...kakak tidak salah...yang salah hanya waktu yang tidak berpihak pada persahabatan kita"


"oh ya ra...perkenalkan ini suami aku, mas prasasta...dia kembaran nya prasasti"


"iya kak"


Indira menangkupkan kedua tangannya dan menunduk.


Gumilang merasa tidak nyaman saat indira dan prasasta bertemu, entahlah ada sesuatu yang mencelos dalam dirinya.

__ADS_1


"Yang ...pulang yuk"Gumilang berbisik di telinga indira.


"oh iya kak..ayo"indira seakan paham isi hati suaminya.


"kak yani...di rumah sakit andara masih dibutuhkan dokter spesialis penyakit dalam kak, kakak boleh datang kapan saja"


"iya ra..iya terima kasih"


Indira dan Gumilang pulang ke rumah, indira menatap Gumilang yang hanya terdiam.


"Mas gum..kenapa???"


"hah..tidak kenapa-kenapa sayang"


"mas gum lelah...aku siapkan air hangat ya"


"iya"


"Mas..air hangatnya udah siap di kamar mandi"indira berbisik di telinga Gumilang dengan suara menggoda.


Gumilang tersenyum mendapat perlakuan yang sangat romantis itu.


Gumilang pun membersihkan diri dengan menarik indira bersamanya ke kamar mandi.


Hanya kamar mandi menjadi saksi bisu dua anak manusia yang sedang dilanda gelora cinta.


hampir dua jam keduanya berada di kamar mandi, setelah menyelesaikan ritual suami istri itu, Gumilang pun bergegas ke dapur menyiapkan makan malam untuk mereka berdua .


indira merasa perut bagian bawahnya semakin sakit. indira tergeletak tak berdaya di tempat tidurnya.


Gumilang yang selesai masak pun memanggil indira, namun indira tidak mendengarnya.

__ADS_1


Gumilang terkejut saat mendapati istrinya seperti itu.


"sayang kenapa???"Gumilang merasa panik


"mau air hangat mas"lirih indira tersenyum pada suaminya.


Gumilang membuatkan teh lemon hangat untuk indira.


indira duduk bersandar di kepala tempat tidur.


"Apa yang sakit sayang"Gumilang memijit kedua kaki indira yang berselonjor.


"mas...sudah...mas gun kan juga lelah..istirahat mas"indira menatap lembut pada Gumilang yang masih memijit kakinya itu.


"mas gak bisa istirahat kalau sayangnya lagi sakit...mas suapin ya mau ya sayang"


indira hanya menganggukkan kepalanya, indira merasa gemas pada tingkah laku suaminya.


Gumilang membuat sop ayam, Gumilang mulai menyuapi indira, walaupun sesekali Gumilang pun ikut makan juga.


"makan yang banyak mas...biar ada stamina nya"


"emang sayang mau lagi??"?wajah Gumilang menjadi sumringah.


"mau apa"???jawab indira terlalu polos


"yang tadi di kamar mandi"Gumilang mengulum senyum dan mengerlingkan matanya.


"ih apa sih mas...gak jelas deh..aku lagi sakit tahu..."indira memanyunkan bibirnya yang mungil.


Gumilang maju dan mengecup bibir indira yang membuatnya mabuk kepayang.

__ADS_1


__ADS_2