
"Adapun untuk persiapannya diperlukan 9-10 hari"ucap dokter syariah.
'Maaf dokter siapa yang akan mendonorkan sumsum tulangnya buat saya"tanya indira ingin tahu.
"dokter prayudha Bramantyo...dulunya beliau adalah dokter spesialis bedah,namun beliau sudah tidak bekerja jadi dokter lagi karena kasus salah paham. ketika Terbukti beliau tidak bersalah pun beliau tetap tidak mau kembali jadi dokter...padahal beliau adalah dokter bedah terbaik"ungkap dokter syariah menoleh pada indira yang terkejut.
"Ayah..."lirih indira pelan
"Ayah!!!..apakah prayudha Bramantyo adalah ayahnya dokter indira"dokter syariah menatap pada indira dan indira pun hanya mengangguk.
"Masya Allah..katanya dunia tak selebar daun kelor tapi ini benar-benar sempit...dulu pak prayudha lah yang melakukan tindakan pada suami saya, sebelum suami saya jadi dokter...dan sekarang beliau yang minta tolong pada kami agar mau membantu"
"Ya..maklum..kami suka keliling dunia jadinya sulit di cari hehehehe"tutur dokter Rizwan menjelaskan.
Satu bulan kemudian,
Indira sudah dilakukan transplantasi sumsum tulang, kondisinya sudah jauh lebih sehat dari sebelumnya.
Namun Allah berkehendak lain, darmi dan suaminya harus menghadap ke pangkuan ilahi.
__ADS_1
Gumilang mengajak indira ke pemakaman orangtuanya.
"Ayah..Ibu...saya membawa indira dan nilam hari ini...Semoga kalian diterima di sisi Allah SWT"
Gumilang dan indira membaca doa dan mengusap nisan keduanya.
"Terima kasih ya mas...masih mau menemani ku ketika Allah mengujiku dengan sakit"indira menatap Gumilang dan Gumilang hanya tersenyum.
"Bukankah pernikahan itu untuk menemani dalam suka dan duka,sayang"Gumilang mencium kepala indira dan kemuning.
Setelah dari pemakaman, indira mampir ke rumah orang tuanya, prayudha sedang duduk menikmati udara sore yang indah.
prayudha duduk di teras rumah sambil memejamkan mata.
"Assalamualaikum ayah...ayah...ayah"indira menggoyangkan bahu prayudha. Prayudha tersenyum.
"Waalaikumsalam sayangnya ayah"prayudha tersenyum menatap indira datang bersama Gumilang dan nilam.
"Mama ada di dalam..masuk saja nak...ayah masih ingin menikmati udara sore hari ini"
__ADS_1
"iya ayah..aku ke dalam dulu ya"
prayudha masih tersenyum dengan sangat menawannya.
indira masuk ke dapur Aruna sedang memasak dengan bersholawat.
"Ma..."
"eh anak mama..udah sembuh sayang"
"iya ma"
"ma...apakah kedua orang tua mama atau ayah ada yang punya penyakit thalasemia seperti aku"
"kalau keluarga mama gak ada sayang...kalau ayah ada..ibunya ayah...punya penyakit thalasemia...pantas saja sewaktu mama dan ayah masih berhubungan, ibunya ayah marah besar...yang paling menyakitkan adalah bukan karena perbedaan status sosial tapi ibunya ayah tidak mau jika mama dan ayah menikah, keturunan mereka ada yang mempunyai penyakit yang sama dengan mereka...mama merasa bersalah sayang...ternyata ini alasan kenapa kedua orang tua ayah tidak setuju....mama menyesal kenapa mama baru sekarang mengetahuinya..."
"tidak ada penyesalan ma, pantas saja sewaktu aku koma, ibunya ayah bilang...kenapa ayah tidak pernah menjenguk mereka..kenapa ayah tidak datang ke makam mereka"
"Apa!!!kamu ketemu sama kedua orang tua ayah nak"prayudha terkejut dengan apa yang disampaikan oleh indira.
__ADS_1
"Yah..sudah saatnya kita ke sana , sudah lama kita tidak ke sana ya...maafkan aku yang baru tahu kebenarannya"
"iya ma...aku juga minta maaf karena aku juga baru tahu dari Pramono"