
Di tengah perjalanan ke kebun, Gumilang melihat ada sekelompok orang yang menuju ke rumahnya.
"Ayah..balik lagi ke rumah...perasaan gum gak enak ayah"
"dasar pengantin baru..."prasetyo menepuk keningnya dengan pelan.
Benar saja apa yang dirasakan oleh Gumilang, mereka hendak mendobrak pintu depan rumah.
"Hei..mau apa kalian!!!"teriak Gumilang lantang
orang-orang itu langsung berhamburan meninggalkan Gumilang tanpa perlawanan.
Melihat reaksi mereka, Gumilang mengerutkan dahinya.
"Aneh...sebenarnya apa yang mereka inginkan"gumam Gumilang merasa keheranan.
"om gum"teriak si kembar bersama andara.
"kalian kok bisa di sini???"
"bisa lah...gelang aku yang di kasih onty berwarna merah...kata onty kalau berwarna merah berarti onty sedang dalam bahaya"
"maksud nya bagaimana An"Gumilang menatap Andara
__ADS_1
"indira memberikan kedua anak aku itu gelang, katanya sewaktu -waktu bisa mengancam nyawanya...tapi yang aneh...indira sedang berurusan dengan siapa ya"Andara menatap tajam pada Gumilang yang berjalan lebih dulu untuk mendekati kamar istrinya.
"sayang...ra..."Gumilang mengelus puncak kepala indira dengan lembut.
"kenapa mas...katanya mau ke kebun...sudah ke kebunnya???"
"gak jadi tadi ada sekelompok orang ke sini...anehnya mereka langsung pergi setelah melihat mas"
"oh...paling anak buahnya selia lagi mas...mas aku lapar..."indira memegang perutnya yang tampak rata.
"mau di gendong apa jalan sendiri???"tanya Gumilang sambil memajukan wajahnya ke depan wajah indira.
"om..onty...lagi pada apa sih di kamar???"dalfa dan dalfi menggendor pintu seperti sedang melakukan penggerebegan.
"gelang apa yang???"
"aku bikin gelang mas...kalau merah, aku yang lagi dalam bahaya...tapi kalau warna gelang yang aku pakai ini berwarna kuning...berarti mereka yang sedang dalam bahaya"
"oalah...pintar nya istriku ini...jadi tambah cinta deh"Gumilang mencubit hidung indira dan berbalik meninggalkan indira yang sudah terduduk.
Diluar kamar duo kembar saling melirik dan memangku kedua tangannya.
"bagaimana sih onty...aku kesini juga karena gelang aku berwarna merah....eh onty malah bersenang-senang sama om gum...kesal deh"
__ADS_1
"Maaf deh komandan...tadi onty ketiduran"indira mendekat pada si kembar dan duduk disamping keduanya.
"oh ya onty...sampai kapan gelang ini kami pakai???"
"selamanya sampai kalian selamat tanpa diincar oleh orang-orang jahat itu"
"orang jahat apa ra???"tanya Andara penuh selidik.
indira menceritakan kejadian tadi pagi di rumah sakit Andara.
Semua orang menyimak dengan seksama.
Gumilang menatap Andara, ingin meminta jawaban.
"aku juga sedang menyelidiki siapa prasasti mas...hubungan dengan selia itu apa...data tentang mereka gak bisa dilihat..
entahlah apa yang mereka sembunyikan aku juga tidak tahu...sejak mama mengundurkan diri jadi direktur pelayanan medik, banyak peraturan baru yang tidak logis"
"apa tanya mama aja kak???pasti ada alasan kenapa mama mengundurkan diri dari rumah sakit Andara???"
"mama kan mengundurkan diri karena tahu ayah masih hidup ra...kamu seperti gak tahu aja rasanya menempel sama orang terkasih...maunya nempel melulu seperti perangko"
"udah gak zaman kak..perangko mah...seperti ponsel dan kuota kali...ponsel tanpa kuota bagaikan hidup di hutan belantara"indira tak mau kalah dengan Andara yang kalau berbicara selalu menyindir.
__ADS_1
"oh ya nek...kok.aku gak lihat bu Suciwati...kemana nek???"tanya indira bertanya pada bu darmi yang sedang membawakan semuanya minuman hangat.