Pesona Indira

Pesona Indira
17


__ADS_3

"tangguh dan hebat adalah dirimu Indira...kamu masih bisa bersabar saat harus menerima kenyataan kalau orang yang paling kamu rindukan kehadirannya ada di hadapanmu namun kamu menahan untuk tidak memeluknya dan menyebut dengan lantang kata mama"listyani menoleh pada Indira yang terkejut.


"kak Yani"Indira menatap Yani dengan sendu.


"kita adalah korban dari keegoisan Pramono...Minggu kita temui ibuku biar ibuku memberikan informasi dimana Pramono berada"Yani menatap Indira dengan tersenyum.


Hari Minggu yang ditunggu telah tiba...Indira masuk lebih dulu ke rumah Bu Darmi.


"Assalamualaikum nek"Indira mencium punggung tangan Bu Darmi,pak prasetyo dan Suciwati secara bergantian.


Gumilang menatap sekilas kemudian masuk kedalam kamarnya.


melihat respon Gumilang yang seperti itu tidak membuat Indira tersinggung, malah Indira bangga pada Gumilang yang selalu menjaga pandangan nya saat bertemu dengannya.


"sendiri aja nak"tanya Bu Darmi lembut


"memang selalu sendiri kan nek"


"kemarin dokter Aruna kesini,mau ajak nak Andara juga hari ini"


"oh iya kali nek...aku gak paham..."Indira tersenyum.


"nek...ajarin aku masak dong...aku pengen masak soto ayam nek"Indira memegang lengan Bu Darmi..

__ADS_1


"ya...tukang ayamnya udah lewat tadi...dikira nenek...gak jadi ke sini"


"oh ya udah deh...kapan-kapan"


"Assalamualaikum"ucap seseorang didepan.


Indira sudah tahu makanya Indira diam saja.


Bu Suciwati berdiri menghampiri seseorang didepan pintu.


"maaf mau ketemu dengan siapa???"tanya Bu suciwati sopan.


listyani tersenyum kaku, ibu yang paling di rindukan malah tidak mengenalinya.


"oh ada nak..ada...silahkan masuk"


Indira berdiri dan meminta Bu Darmi serta Bu Suciwati dan listyani ikut ke dalam kamarnya.


"nek..Bu...maaf ..Rara bawa kak Yani kesini...untuk membuka hijabnya...karena 8 yang lalu beliau tidak memakai hijab saat ditinggalkan oleh ibunya"


listyani membuka hijabnya perlahan, wajah Bu suciwati menjadi pucat pasi, Bu suciwati tidak menyangka akan bertemu dengan anaknya yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


"Yani ..ini listyani putrinya mama na...kamu Yani...Ya Allah ....maafkan aku karena aku menelantarkan anakku demi orang biadab seperti Pramono...."Bu suciwati memegang kedua pipi listyani..keduanya menangis haru.

__ADS_1


Indira dan Bu Darmi meninggalkan keduanya di kamar tamu.


Indira masuk ke dapur untuk membuat teh jahe untuk Bu Darmi dan pak Prasetyo, namun saat membuka kulkas,Indira terkejut karena ada satu ekor ayam yang sudah dibersihkan.


Indira membawa teh jahe ke ruang tamu diman Bu darmi dan suami berada.


"nek...itu ada ayam di kulkas"Indira duduk di sebelah Bu Darmi yang minum teh jahenya.


"masa nak"Bu Darmi malah bertanya balik.


pak Prasetyo hanya menyengir mengingat kelakuan putra tunggalnya itu.


"bapak toh yang beli"tanya bu Darmi


"iya tadi bapak ke tempat pemotongan ayam Bu...pengen saja makan soto ayam"pak Prasetyo melirik Bu Darmi yang menatapnya penuh tanda tanya.


"Ayo nek...kita buat soto ayam"Indira berjalan lebih dulu ke dapur dan menyiapkan bahan apa saja yang dipakai.


Bu Darmi menatap mata suaminya yang selalu melirik ke arah lain.


"bukan bapak toh yang beli..pasti kerjaan Gumilang"


"iya ibu diam aja...apa salahnya sih nyenengin calon istri anaknya"pak Prasetyo mengulum senyum.

__ADS_1


"ketinggian pak..mana mau nak Indira sama anak kita..."


__ADS_2