
"baik dokter terima kasih...terima kasih dokter indira" anak dari pasien itu hampir saja bersujud kalau indira tidak mencegahnya.
"saya lakukan ini atas dasar kemanusiaan bu..sebagai manusia kita harus saling membantu..saya permisi dulu ya bu...tolong jaga ayahnya ya..."
indira dan perawat tersebut pun meninggalkan pasien tadi.
"sudah selesai ya bu...saya permisi"
"baik dokter...terima kasih...hati-hati di jalan"
Indira keluar dari ruang kusuma yang memang untuk kalangan menengah ke bawah.
"Ma..indira kangen"indira menghela napasnya dan tak terasa ada air mata yang hampir menetes.
Indira dijemput oleh Gumilang. Gumilang merasa bingung dengan sikap indira yang hanya diam seribu bahasa.
"Lagi gak enak badan ya sayang"tanya Gumilang menoleh pada indira yang menempelkan punggungnya di jok mobil
"lagi badmood"
"badmood kok makin cantik sih"ucap Gumilang tersenyum
"kan aku pake cadar mas...emg kelihatan ya"
"aku kan melihatnya pake hati ,sayang"
"idih lagi ngerayu aku nih"indira melirik dengan ujung matanya.
"kan kamu yang ngajarin"
__ADS_1
"ih apa sih mas gum ini gak jelas deh"indira terkekeh.
"oh ya sayang..kita langsung pulang apa kemana nih"tanya Gumilang memegang tangan indira.
"ke rumah nenek aja lah...aku mau peluk nenek"
"loh kok manggilnya masih nenek sih sayang, gak bisa manggil ibu ya"
"panggilannya nenek lah mas..kan neneknya anak-anak kita"indira tertawa renyah.
"bajaj...gini nih kalau mainnya sama tukang bajaj...ngeles melulu"Gumilang menarik tangan indira dan menciumnya.
Tiba di rumah bu darmi, indira turun lebih dulu.
melihat darmi, indira langsung memeluk dan menempelkan dagunya di bahu darmi.
"Oalah nak..kenapa...Gumilang buat kamu jengkel ya"tanya bu dari sambil mengelus kepala indira.
Gumilang menyalami ibu dan ayahnya yang sudah sangat renta.
"istrimu kenapa gum"tanya pak prasetyo melirik ke arah indira yang masih memeluk darmi.
"lagi gak enak badan sepertinya yah..."
"lagi ngidam gak??"
"gak lah yah..masa iyah baru dua minggu"
"oh ya sudah..ayah mau ke kebun dulu lah ...mau ikut gak gum"
__ADS_1
"boleh yah...saya mau ambil beberapa bibit cabe buat di tanam di rumah"
"ya sudah ayo...pamit sama istrimu ntar nyariin"
Gumilang mendekati indira yang ternyata sudah tertidur pulas di pelukan ibunya.
"nak indira memang seperti itu dari dulu juga...dia gak boleh terkuras pikirannya...apalagi kalau emosi...pasti langsung lemah badannya..."
"ya udah bu...saya pindahkan dulu ke kamar...kasihan tidurnya gak nyaman"
Gumilang menggendong indira dengan pelan-pelan.
diletakkannya tubuh sang istri di kamar tamu.
Gumilang mendekat dan mencium keningnya.
"yang..mas ke kebun dulu ya...tidur yang pulas ya"Gumilang beberapa kali mencium kening indira seolah tak ingin berpisah jauh.
"bu..titip indira ya..."
"iya gum..."teriak bu dari dari dapur.
Di tengah perjalanan ke kebun, Gumilang melihat ada sekelompok orang yang menuju ke rumahnya.
"Ayah..balik lagi ke rumah...perasaan gum gak enak ayah"
"dasar pengantin baru..."prasetyo menepuk keningnya dengan pelan.
Benar saja apa yang dirasakan oleh Gumilang, mereka hendak mendobrak pintu depan rumah.
__ADS_1
"Hei..mau apa kalian!!!"teriak Gumilang lantang
orang-orang itu langsung berhamburan meninggalkan Gumilang tanpa perlawanan.