Pesona Indira

Pesona Indira
14


__ADS_3

"Haah...Hati... Astaghfirullah Al adzim....gak tahu kenapa sejak aku mendengarkan laki-laki itu melantunkan ayat suci...hati aku seperti keluar dari tubuhku Ra...aku mendapatkan ketenangan yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan...dan suara laki-laki ini seperti suara seseorang yang dulu pernah aku dengar waktu aku masih sekolah SMP dulu"


"Semangat kak"


Jam 09 pagi, semua dokter muda berada di kelas untuk memulai materi.


untuk materi ini, tidaklah membosankan karena sang dosen masih muda bisa berdiskusi dengan baik.


Indira bingung dengan sikap Yani yang menurutnya sangat aneh.


di kampus,Yani hanya diam seribu bahasa..Indira pun tidak dipedulikan lagi.yani berjalan dengan tatapan kosong sedangkan Indira menjaga yani agar tidak terjadi sesuatu.


Tiba di asrama, Yani duduk termenung di dekat jendela sambil memainkan bola matanya yang berwarna cokelat.


Indira berjalan menghampiri Yani dan menepuk bahunya.


"Kak..apa ada masalah???..mau kah kak Yani bercerita padaku"


"masalah...masalah apa ya...aku sedang berpikir, aku pernah lihat dosen itu dimana ya Ra"Yani memandang Indira dengan lekat.


"ya ampun kak..dosen itu..orang yang sama...dengan orang yang melantunkan surah Waqiah di mesjid tadi subuh"

__ADS_1


"iya aku paham...tapi sebelum ini...aku pernah lihat dimana ya,Ra???


Indira mengangkat kedua bahunya pertanda Indira tidak tahu menahu.


tok..tok..tok...


"Permisi" ucap seseorang diluar pintu kamar


Indira mendekat dan membuka pintu sedikit


"ya Bu ada yang bisa saya bantu??"Indira menundukkan kepalanya.


"begini dokter..semalam info dari pak satpam...jendela luar dokter rusak seperti ada yang mencongkel,apa benar??"tanya ibu asrama tersebut


"boleh saya periksa Bu"ucap ibu asrama lagi


"iya Bu.. silahkan"Indira membuka lebar pintunya, Yani menoleh ke arah sumber suara.


"dokter Yani...anda juga ada di sini"tanya ibu asrama basa basi


"iya tadi kami ke kampus Bu"jawab Yani datar

__ADS_1


"wah iya nih...ada yang nyongkel...tapi semalam gak ada yang masuk kan ya dokter"tanya ibu asrama menekankan.


"tidak ada bu...yang tadi malam yang masuk hanya nyamuk nakal aja Bu"sanggah Yani melirik Indira yang menatap Yani dengan khawatir.


"baiklah..kalau Bu dokter baik-baik saja...kalau terjadi apa-apa dengan Bu dokter...saya bisa di pecat oleh dokter Aruna"


"kami baik-baik saja Bu... Alhamdulillah"Indira menyela.


ibu asrama tampak tidak puas dengan jawaban yang dilontarkan oleh kedua dokter muda tersebut, tapi kalau tadi malam terjadi sesuatu, pasti akan terdengar olehnya.


ibu asrama menggelengkan kepala dan berjalan dengan penuh waspada.


"oh ya Bu dokter..ini ikat pinggang siapa kok dipotong"tanya ibu asrama lagi memperhatikan ke sudut kamar yang agak berantakan.


"oh itu udah jelek Bu...makanya saya potong biar gak ada yang pake lagi"ucap Yani sekenanya.


Indira melirik ke arah Yani yang sangat luwes dalam membalikkan keadaan.


"masih bagus padahal...ada inisalnya ya "IPP"..Bu asrama memegang ikat pinggang yang sudah terpotong itu.


"IPP??"tanya Yani bingung menoleh ke arah Indira.

__ADS_1


Indira tersenyum di balik cadarnya, Indira pun baru sadar kalau ikat pinggang yang terpotong itu adalah miliknya dan pemberian dari Andara kemarin..


__ADS_2