
Setelah diberitahukan tentang peraturan magang di Rumah sakit Andara ini, Indira segera bergabung dengan dokter magang lain yang memang paling banyak perempuan.
"Assalamualaikum saya Indira..mohon bantuannya ya rekan sejawat"ucap Indira sopan
semua dokter magang saling memperkenalkan diri.
Disebelah Indira, ada dokter wanita yang bernama Selia.
"kamu pake cadar dari usia berapa "tanya Selia ingin tahu sambil memainkan rambutnya yang panjang dan hitam legam.
" dari usia 3 tahun kak"Indira menjawab penuh hati-hati.
"kamu botak ya apa punya rambut???"tanyanya lagi membuat Indira tersenyum.
"mau saya botak ataupun berambut apakah mengganggu kak Selia"Indira menatap tajam pada Selia yang menurutnya tidak sopan.
"oke...semoga kamu betah ya dokter Indira"ucapnya sinis dan berlalu dari sana.
Indira menatap sampai dokter Selia keluar dari ruangan tersebut.
"jangan di ambil hati ya dokter..maklum perawan tua"ucap salah satu orang disana.
Indira hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
ternyata sekretaris Bu direktur terus mengawasi gerak gerik Indira.
bukan Indira namanya kalau tidak paham akan situasi, Indira hanya tersenyum
Siang ini, Indira dipanggil kembali ke bagian pelayanan medis, entah apa yang akan terjadi.
di dalam sana, sudah ada Selia dan seorang laki-laki memakai jas dokter juga. wajahnya tampan seperti anggota boy band BTS (Kim seokjin).
"Dokter Indira silahkan duduk"ucap sang sekretaris dengan sopan.
Indira duduk di kursi tunggal, sambil menundukkan kepalanya.
Indira sudah malas dengan orang-orang yang penuh drama seperti Selia ini.
Indira mengulum senyum, masih menahan rasa sabar dan ingin tahu, kata-kata apa saja yang akan di adukan oleh Selia pada ibu direkturnya.
"kamu dokter baru kan???"tanya laki-laki itu
Indira hanya mengangguk.
"udah sih ma, masa orang seperti ini harus magang di sini"ucap laki-laki tersebut dengan angkuhnya.
sang ibu direktur dan sekretaris hanya saling tatap.
__ADS_1
ibu direktur berdehem menenangkan suasana yang semakin panas.
"Apapun yang terjadi, kamu mau memutuskan pertunangan kalian pun, mama tidak akan pernah membatalkan magang dokter Indira disini"ucap Bu direktur menatap tajam pada anak laki-lakinya.
"kenapa ma???"tanya nya lagi
"Selia..kamu boleh pergi...dan jangan pernah mengganggu dokter Indira lagi,paham!!!"ucap ibu direktur lagi menegaskan.
Selia terkejut dengan apa yang diucapkan oleh calon mama mertuanya itu.
hanya Indira yang mampu bersaing dengannya.
Selia berdiri dan menyiram Indira dengan teh yang berada di depannya tapi Indira segera menghindar sehingga teh tersebut mengenai sekretaris Bu direktur karena posisi nya memang berada dibelakang Indira.
"Selia!!!"teriak laki-laki tersebut dan membawa Selia keluar dari ruangan tersebut.
"Dokter Indira tidak apa-apa???"tanya Bu direktur dengan nada penuh kecemasan.
"Alhamdulillah Bu...saya tidak apa-apa...jika tidak ada yang disampaikan lagi,saya undur diri..permisi... Assalamualaikum"Indira menganggukkan kepala dan segera keluar dari ruangan tersebut.
Didepan ruangan, ada dua orang laki-laki yang berpapasan dengan Indira...tapi Indira hanya pergi berlalu tidak mengucapkan apa-apa.
kedua laki-laki itu adalah Gumilang dan anaknya ibu direktur
__ADS_1
keduanya masuk ke ruangan ibu direktur, setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam.