
dalfa dan dalfi menghabiskan nasi goreng makarel yang dipesan tadi, keduanya minum es jeruk dan tanpa sadar bersendawa.
kelakuan dua anak kembar itu membuat suasana sedih menjadi bahagia
yani menatap indira kemudian beralih ke dalfa yang sedang menatapnya.
yani menunduk, yani tahu kalau dalfa belum bisa memaafkan nya.
dalfa sangat mengenal wajah yani dan apa yang sudah diperbuat nya di acara wisuda indira.
indira yang merasa ada aura menegangkan pun hanya menatap dalfa yang terus memperhatikan semua gerak gerik yani.
dalfi memukul bahu dalfa dengan kencang membuat dalfa merasa kesakitan.
"Kak...gak boleh begitu...mama marah loh...kalau kamu memendam dendam"dalfi berbisik mengingatkan dalfa, namun suara nya terdengar oleh semuanya.
__ADS_1
"gak memendam dendam dek...hanya abang siaga aja...benar gak nih orang udah menyesal..aku gak mau aja...apa yang terjadi pada om gum...bisa terjadi lagi pada keluarga kita"dalfa berbicara lantang seolah ingin didengar oleh yani.
Prasasti menatap tajam pada dalfa yang juga sedang menatap yani, prasasti sangat paham apa yang dirasakan yani saat ini.
prasasti pamit lebih dulu karena melihat kondisi yani yang membuatnya cemas.
"kak...lain kali jangan seperti itu ya...onty gak suka kalau kakak melihat onty yani dengan penuh kebencian"
"onty...aku gak benci...aku juga gak dendam...aku hanya ingin melihat dia tulus gak sama onty...aku takut onty akan diperdaya lagi nanti sama dia"dalfa melirik indira dengan tatapan tajam nya.
tatapan milik Andara dikala Andara sedang dalam mode gak suka.
"Ya kak...onty kan gak perlu khawatir...ada keponakan onty yang cerdas dan pintar"
"tapi kami tidak selalu menjaga onty...lagian onty juga punya om gum kan...nanti om gum cemburu sama kita"jawab dalfi sekenanya.
__ADS_1
"apa!!!cemburu!!!dari mana kalian dengar kata cemburu...hayo siapa yang ngajarin"indira menggelitik pinggang dalfa dan dalfi secara bergantian..
"Papa...waktu itu papa melihat mama berpapasan dengan om yang tadi...om prasasti ya...muka papa langsung gak enak dilihat...eh terus mama bilang gini..."kamu masih cemburu sama prasasti mas...ya ampun mas...prasasti itu udah lama kok gak gangguin aku lagi...kan prasasti tahu kalau aku sudah jadi milikmu sekarang"...dalfi memperagakan ucapan mamanya dengan baik.
semua nya tertawa merasa geli dengan ucapan yang diucapkan dalfi barusan.
Gumilang tersenyum melihat indira yang sangat akrab dengan dua keponakan laki-lakinya.
tiada hari tanpa tersenyum, indira selalu membawa kebahagiaan setiap harinya.
indira selalu bisa membuatnya lebih bahagia...indira selalu menjadi dirinya sendiri tanpa merasa segan atau malu padanya.
Indira memeluk lengan Gumilang yang sedang melamun.
"Mas...melamun ya"tanya indira sambil mencolek hidung Gumilang yang tidak terlalu mancung maupun pesek.
__ADS_1
"gak melamun sayang...mas bangga sama kamu...kamu bisa masuk ke semua kalangan...kamu selalu ceria dan dewasa, mas sangat bahagia..karena mas bisa mendapatkan mu...menjadikan kamu istri mas...belahan jiwa mas...bidadari surga ku...indira putri prayudha...mas sayang sama kamu"Gumilang mendekatkan bibirnya ke pipi indira, maksud hati ingin bermesraan tapi mereka lupa kalau ada duo kembar yang rese dan menjengkelkan yang sedang menatap mereka berdua.