Pesona Indira

Pesona Indira
63


__ADS_3

"Kalau sudah ada perbaikan kenapa mama bersikeras ya buat kakak menemani selia"Andara tampak frustasi sambil memang stir mobilnya.


"kita ngobrol sambil jalan bisa ya kak...kita mau sampai kapan disini terus...ayah tetap mantau kita dari jauh loh"indira mengingatkan Andara yang masih ada di depan rumah Aruna.


"oh iya ya...ya udah ayo..Bismillahirrahmanirrahim"Andara menyalakan mesin mobil dan mulai berangkat.


Prayudha hanya menggelengkan kepala saat melihat kedua anaknya itu.


"Kak..kakak ingat gak..kalau mama sekolah kedokteran karena dibiayai oleh siapa??pak Prambanan kan...mungkin mama ingin balas budi lewat selia, mama tidak mau dibilang tidak tahu berterima kasih"


"paham ra..paham...tapi kenapa harus kakak...kakak gak mau loh salah paham dengan rista...rista itu sudah menahan diri dari kemarin,kakak tahu rista bersedih hati...tapi rista tidak mengatakan apapun, dalfa dan dalfi malah yang cerita kalau setiap sholat rista selalu menangis"


"Ya Allah kak...kita ke rumah kak Andara ya..kita lihat kak rista"


"iya"


Andara dan indira pun menuju ke rumah Andara.


Andara membunyikan klakson berkali-kali tapi pintu tidak ada yang membuka.


Andara dan indira pun saling menoleh kemudian bergegas membuka pintu rumah.

__ADS_1


rista dan kedua anaknya tidak ada.Andara menjatuhkan tubuhnya di sopa dan menghembuskan napas dengan kasar.


Indira masuk ke semua kamar, namun di rumah ini tidak ada satu orang pun.


"kak..pada kemana??"tanya indira duduk di samping Andara yang sedang memijat pelipisnya.


"Gak tahu ra...kan kakak sama kamu dari tadi"Andara melengos membuat indira gemas dan ingin rasanya mencubit kakaknya itu.


Dua jam berlalu, tidak ada kabar apapun dari rista.


Andara tertidur karena terlalu memikirkan banyak hal.


indira melihat wajah kakaknya yang terlihat cape dan lelah.


"Assalamualaikum mas gum"sapa indira sambil tersenyum


"Waalaikumussalam sayang...lagi dimana???"tanya Gumilang


"lagi di rumah kak Andara...kak rista dan kedua anaknya gak ada mas...coba dihubungi tapi gak aktif...mau lapor polisi belum dua empat jam"cerocos indira tanpa jeda.


Gumilang hanya terkekeh mendengar suara istrinya itu.

__ADS_1


"loh kok ketawa sih mas...bantu cari sih"indira tambah sewot mendengar Gumilang tertawa.


Gumilang berhenti tertawa memikirkan wajah Indira kalau sedang marah.


"Ya udah mas bantu cari ya...sayang mau dibeliin apa"??tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"aku cuma ingin mas gum baik-baik saja dan selamat sampai tujuan"indira tersenyum merekah.


"Aaamin...ya udah hati-hati ya sayang"


"iya mas...Assalamualaikum"


Indira menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri karena merasa pegal.


Indira akhirnya menguap juga melihat betapa pulasnya sang kakak merajut mimpi.


Indira dan Andara terbangun di tengah kegelapan.


"Dimana ini...kak Andara...kak...kak Andara..kakak dimana???"indira meraba raba di sekitar tempat dia berada.


"ish berisik amat sih kamu ra...gak tahu juga ini dimana..malah nanya kakak"

__ADS_1


"ih dasar nyebelin banget sih jadi kakak...tenangin kek adiknya...bilang ra...tenang ada kakak...gitu...ah..kakak andara mah gak bisa romantis...coba seperti mas gum tuh...kalau ada apa-apa pasti bilang, tenang ya sayangnya mas....ada mas disini...jangan marah melulu...pantas aja di tinggalin sama kak rista..."


"eh apa kamu bilang...meledek kamu ya...mentang-mentang mas gum bisa bela diri..."


__ADS_2