
"baiklah kalian hadapi aku dulu kalau mau bertemu dengan prayudha"indira mulai memasang kuda-kuda.
kedua orang tersebut mulai menyerang indira, indira tampak cekatan menghindar dari kedua orang tersebut.
indira mulai menyerang kedua orang tersebut tanpa ragu.
prayudha memperhatikan perkelahian antara wanita berhijab dengan kedua laki-laki itu yang tidak tahu darimana datangnya.
Gumilang juga memperhatikan dari jauh, Gumilang bersiap jika indira tidak sanggup melawan kedua orang itu
indira menendang perut kedua orang itu dan menyikut wajahnya tanpa ampun.
indira menendang kaki keduanya sehingga membuat kaki kedua orang tersebut jatuh ke tanah.
saat indira akan mengikat salah satu orang tersebut, temannya yang lain malah melempat pasir ke arah indira sehingga indira menutup kedua matanya dengan lengannya.
kedua orang itu berlari, namun Gumilang dengan cepat mengambil kesempatan itu untuk meringkus keduanya.
Indira menghela napasnya dengan kasar sambil membersihkan debu di bajunya.
"Ya ampun ra...baju kamu kenapa kotor amat"Aruna mendekati indira yang sedang terdiam.
"tadi ada dua orang ke sini ma...orang yang sama yang datang ke asrama"
__ADS_1
"terus mana orangnya????"
"kabur setelah melempar aku dengan pasir...huufft"
Aruna tertawa melihat indira menghembuskan napasnya itu.
indira melirik ke arah ibunya yang malah tertawa.
"udah gak usah marah lagi..tuh orangnya udah dibekuk sama mas gum"Aruna menunjuk ke arah luar.
tampak dua orang itu sedang di ikat oleh Gumilang dan sedang diinterogasi oleh prayudha.
Andara mengendus mencium aroma sambel terasi yang baru dibuat oleh ibunya.
sambil makan Andara memperhatikan ayahnya yang sedang berbicara dengan Gumilang tanpa melihat dua Irang yang sedang terduduk dilantai karena terhalang badan indira yang berada di depannya.
"itu ayah lagi ngapain ra..sama mas gum...lagi bahas..acara lamaran kamu ya"Andara makan dengan lahap sesekali tampak kepedasan.
indira menoleh pada kakaknya yang sangat menjengkelkan.
"ditanya tuh jawab bukan mendelik"Andara tampak kesal sendiri.
"Andara prayudha Bramantyo...ya ampun nih anak...kalau udah ketemu mangga sama sambel aja lupa diri ya..itu mama buat untuk ayah kamu ,An"
__ADS_1
"lengkap amat ma manggilnya udah seperti guru yang lagi absen siswanya aja disekolah..."
Aruna mendelik seperti yang dilakukan oleh indira.
"ema sama anak sama aja...sama-sama nakutin" Andara tertawa terbahak-bahak sampai Gumilang dan prayudha menoleh.
Andara menghampiri ayahnya dan Gumilang.
"eh...lagi sibuk ya yah...ini siapa mas gum???"tanya Andara belum melihat wajah kedua orang itu.
saat melihat wajah keduanya, Andara berjongkok dan memegang rahang salah satu orang itu dengan kencang.
"wah..pengawalnya selia ini...kok ada disini...kalian mengawasi kami ya"
"selia siapa An???"tanya prayudha ingin tahu
"mantan tunangan aku yah...aku putusin gara-gara mama gak setuju karena selia menyerang indira saat itu"
"trus apa hubungan nya selia dan Pramono???"tanya prayudha lagi
"selia itu keponakannya om Pramono deh yah..kalau gak salah ya..."
"kalau dia keponakan Pramono kenapa bisa tunangan sama kamu"tanya prayudha lagi
__ADS_1
"yailah ayah....lagi genting ini kok aku yang diinterogasi sih...aneh ayah mah....mana aku tahu kalau selia itu keponakannya om Pramono...yang aku tahu dia itu putrinya yang punya yayasan di RS Andara"