
Dua bulan berlalu, Gumilang berlari ke dalam kamar mandi, perutnya seolah sedang diaduk-aduk.
indira memperhatikan dari meja makan, setiap kali makan dan minum Gumilang selalu muntah, makanan yang dibuat oleh indira tidak pernah masuk ke dalam tubuhnya, namun jika masakan dibuat oleh Gumilang sendiri, Gumilang tampak menikmatinya.
"Mas gum...sudah muntahnya"tanya indira dari luar kamar mandi sambil membawa teh manis jahe.
"iya sayang...kenapa begini lagi aja ya...padahal mas gak makan yang aneh-aneh"ucap Gumilang keluar dari kamar mandi dan mengambil minuman dari tangan indira.
"ya udah mas gum minum aja dulu...oh ya mas...aku gak mau masak lagi ya...percuma masak juga gak di makan sama mas gum"indira merengut duduk di bibir tempat tidur.
"loh kok ngambek...iya ya sayang...mas gum juga gak tahu, kenapa selama dua bulan ini masakannya sayang gak bisa mas nikmati"Gumilang menatap indira dan duduk dibawah.
Assalamualaikum...tok
..tok...tok..tok...
indira berdiri tanpa menghiraukan Gumilang yang sedang menatapnya.
"Waalaikumussalam...iya tunggu sebentar"indira membuka pintu , ternyata kedua orangtuanya dan keluarga Andara.
__ADS_1
indira menyalami semuanya dan mencubit pipi dalfa dan dalfi dengan gemas.
"kamu kenapa ra...bete banget tuh muka"ucap andara yang melihat indira tanpa cadarnya.
"bete lah kak...mas gum tuh aneh, setiap kali aku yang masak, dia selalu muntah...tapi giliran dia yang masak, dia makan dengan lahapnya"indira duduk di sopa dengan kesal.
"udah coba test pack belum ra"ucap rista menatap adik iparnya itu.
"belum kak...lagian aku kan gak ada keluhan apa-apa"
"coba dulu gih...nih kak rista bawa test pack nya...kemarin beli banyak"
"Doain aja ra...kemarin sudah USG juga..alhamdulilah, satu janin aja..gak kembar"rista tersenyum bahagia.
"ya udah kak...mana aku pinta satu ya...dua deh..khawatir negatif lagi"
rista pun memberikan indira dua buah test pack.
Indira masuk ke kamar mandi dan mencoba test pack nya.
__ADS_1
Lima menit berlalu, semua orang tampak cemas, indira belum juga keluar.
"ra..indira...ra..."Aruna mengetuk pintu kamar mandi.
Indira keluar dan memeluk Aruna.
"hei kamu kenapa sayang...gak masalah belum juga...jangan terlalu dipikirkan ya...mungkin "belum sempat Aruna meneruskan kata-katanya, indira menunjukkan hasil test pack yang sangat jelas..dua garis tegas...
"Alhamdulillah ya Allah...terima kasih banyak atas karuniaMU"Aruna memeluk Indira dengan erat.
Gumilang menatap haru pada istrinya itu."Selamat ya sayang"Gumilang memeluk indira yang sudah melepaskan pelukan dari mamanya.
"Ehem..bumil nya ada dua ya...ciyeh..janjian..."Andara tertawa renyah.
"Aku ada kenalan dokter kandungan ra..namanya dokter Braga...kalau kata orang-orang mah ramah dia"ucap Andara antusias.
"gak mau kak..aku mau ke dokter jenira aja...aku gak mau disentuh oleh laki-laki selain suamiku..."
"iya deh..iya...padahal cuma disentuh alat USG aja..apa bedanya kali.."
__ADS_1
"beda lah kak...cara menyentuh wanita dan laki-laki itu berbeda...lagian mana mau mas gum, aku di pegang sama laki-laki lain bisa marah dia"