
"mama kan mengundurkan diri karena tahu ayah masih hidup ra...kamu seperti gak tahu aja rasanya menempel sama orang terkasih...maunya nempel melulu seperti perangko"
"udah gak zaman kak..perangko mah...seperti ponsel dan kuota kali...ponsel tanpa kuota bagaikan hidup di hutan belantara"indira tak mau kalah dengan Andara yang kalau berbicara selalu menyindir.
"oh ya nek...kok aku gak lihat bu Suciwati...kemana nek???"tanya indira bertanya pada bu darmi yang sedang membawakan semuanya minuman hangat.
"sudah ikut sama yani kemarin...yani menjemput pun sangat terburu-buru seperti dikejar-kejar waktu"prasetyo menambahkan
"aneh ya...kak yani dan bu Suciwati seperti hilang ditelan bumi..ponsel kak yani juga gak bisa dihubungi kak??"
"masa iya diculik ya...siapa yang nyulik???"ucap Andara berpikir sambil meletakkan tangannya di dagu.
"ih ayah...suka begitu deh..."dalfa membenarkan tangan Andara.
"kenapa sih nih anak...gak boleh lihat papa nya senang deh"
"kata mama...ayah jangan berpose begitu takut cewek-cewek meleyot"
"susah emang kalau punya wajah ganteng"
Andara menggelengkan kepalanya perlahan
Semua orang yang ada di sana tertawa melihat kekonyolan ayah dan anak ini.
*************
__ADS_1
Jam 2 pagi, ponsel indira berbunyi, indira sudah tertidur pulas, Gumilang terbangun merasa risih dengan ponsel yang terus saja berbunyi.
tidak ada nama yang tertera.
sebuah pesan masuk melalui Whatsapp.
" Tolong aku ra...aku disekap oleh seseorang...tapi aku juga tidak tahu dimana"
Gumilang mengerutkan dahinya, mau membangunkan indira juga tidak mungkin.
Gumilang menarik napas panjang dan duduk di tempat tidurnya.
Gumilang ke kamar mandi dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud.
Indira menggeliat, menatap wajah suaminya yang tampak tampan menggunakan baju koko berwarna putih dan peci nya.
"bukannya bangun sholat tahajud malah senyum-senyum begitu"
"kok mas..gak bangunin aku sih"indira terduduk di tempat tidurnya sambil memeluk lututnya.
"kasian sepertinya sayang lelah hati dan pikiran"
"makasih sayangnya akuh...sini peluk"indira merentangkan kedua tangannya.
Gumilang menggeleng perlahan.
__ADS_1
Indira pun turun dari tempat tidur dan ke kamar mandi.Indira pun melaksanakan sholat tahajud.
setelah sholat,indira melihat ponsel dan hanya diam tanpa bersuara.
"Kak yani"lirihnya pelan
"kenapa sayang???"tanya Gumilang merasa cemas melihat istrinya itu.
"Kak yani kirim pesan ke aku dan misscall lama banget..tapi d telpon dan di WA balik kok gak bisa ya mas???"
"mungkin ada orang lain yang sedang bersamanya saat ini"
"Ya Allah mana mau menikah hari minggu ini"
"Ya sudahlah...mudah2an yani selalu dalam.lindungan Allah...kita tidur lagi yuk sayang"
"gak mau lah mas...aku mau manja-manjaan sama kamu aja"indira tersenyum puas menggoda suaminya itu.
"Boleh...ayo sini..mas peluk"Gumilang merentangkan kedua tangannya untuk memeluk indira.
Bukan hanya manja-manja tapi keduanya melakukan ritual penyempurnaan kembali dan itu membuat keduanya sangat dimabuk kepayang.
pergumulan yang halal antara makhluk Allah, membuat keduanya kelelahan namun tidak bisa tidur kembali karena waktu sudah menjelang subuh.
"Terima kasih ya sayang...selalu membuat aku senang"
__ADS_1
"bukannya kewajiban istri membuat sua.inya senang mas...aku juga senang kok melakukannya untuk mas.."Indira memeluk suaminya dengan penuh kasih dan sayang.