
Indira dan Yani saling melihat saat Aruna dan Andara bilang akan tinggal di asrama ini.
"Bu Aruna...Maaf...kalau boleh tahu ..apa yang membuat ibu mau tinggal disini???"tanya Yani dengan wajah ingin tahunya.
"ehm...saya hanya memastikan keamanan kalian saja...tidak lebih...saya hanya ingin selama kalian menjadi dokter magang di kami, kalian aman"Aruna menatap Indira yang tertunduk.
"Tenang Bu...saya pastikan Indira dan saya selalu aman, ibu tidak perlu merepotkan diri ibu untuk memperhatikan kami"
"tapi...."
Indira memeluk Aruna dengan lembut.
"ma...aku dan kak Yani baik-baik saja...mama harus percaya sama aku dan kak Yani...ya...mama harus banyak istirahat...tenang ma...kak Andara sudah minta pengawal 6 orang buat menjaga kami disini"Indira berbisik di telinga Aruna sambil mengusap punggung wanita yang sudah melahirkan nya itu.
melihat pemandangan itu, Yani mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
Indira melepaskan pelukannya.Aruna dan Anadara pun keluar dari kamar Indira.
"kok kalian seperti ibu dan anak yang tidak pernah ketemu ya"ucap Yani setelah keduanya sama-sama berbaring.
"kelihatannya seperti itu ya kak...mungkin Bu Aruna merindukan anaknya yang dulu hilang"
"hilang karena perbuatan seseorang kan ya...hemh...kamu tahu gak Ra...siapa Pramono itu???"...
Indira menggelengkan kepalanya perlahan.
"Pramono dan ibuku menikah waktu usia ku 17 tahun, setelah menikah dengan ibuku,mereka pindah rumah dan aku pun ditinggalkan oleh mereka, untungnya sebelum meninggal ayahku menitipkan begitu banyak hartanya hanya untuk aku,dan lucunya itu tidak diketahui oleh ibuku...hingga akhirnya aku putuskan masuk ke sekolah kedokteran..hanya karena aku ingin melihat apakah ibuku sakit atau sehat...dan laki-laki itu benar mencintai ibuku atau hanya ingin menguasai hartanya..sampai sekarang pun aku tidak pernah tahu...aku rindu ibuku Ra...aku rindu dipeluk oleh seorang ibu"
Indira hanya menatap tak berani mendekat, entahlah Indira takut jika terlalu banyak kontak fisik, akan timbul rasa yang lain.
indira bangun dari tidurnya dan duduk di tepi tempat tidurnya.
__ADS_1
"Sabar kak...kita pasti bertemu dengan ibu kakak, hanya waktunya saja yang belum tepat"
"iya...aku tahu dan aku merasa...ibuku ada di tempat ini...dirawat disini....tapi aku sedikit lupa wajah ibuku"
"nama ibu kakak siapa???"tanya Indira ingin tahu.
"Suciwati"
"Suciwati...maksud kakak Suciwati yang ada di dalam kamar mawar itu....ibunya kakak...pasien yang tidak pernah dijemput oleh keluarganya itu"
"ya aku rasa iya Ra...tapi pasien itu sudah pulang bukan!!"
"sudah kak... hari Minggu kita ke sana ya"
"ya Ra... mudah-mudahan itu ibuku....kalau ibuku disini...Lalu dimana si bajingan itu...aku akan melakukan perhitungan nanti dengan nya....dia sudah berani memisahkan seorang anak dan ibunya"listyani memukul kasur dengan kencang.
__ADS_1
"sabar kak...istighfar ..aku tahu kakak kuat kok...kakak hebat...dan kakak adalah wanita yang tangguh"
"tangguh dan hebat adalah dirimu Indira...kamu masih bisa bersabar saat harus menerima kenyataan kalau orang yang paling kamu rindukan kehadirannya ada di hadapanmu namun kamu menahan untuk tidak memeluknya dan menyebut dengan lantang kata mama"listyani menoleh pada Indira yang terkejut.