Pesona Indira

Pesona Indira
72


__ADS_3

"Lihatlah....kasian...mau melawan ya!!!!tidak bisa ya...kasian...Jangan menatapku seperti itu...aku akan mencolok.kedua matamu itu"


Gumilang memicingkan kedua matanya, Gumilang merasa ada indira disekitarnya, Gumilang tertunduk. "Ya Allah, lindungilah istriku..jika benar dia ada disini"


seorang laki-laki menjambak rambut Gumilang dan mengangkat kepalanya.


"percuma...berdoalah sebelum ajal menjemputmu...setelah kamu mati...maka seseorang yang akan menggantikan mu...hahahahhaa"


Gumilang menekan giginya, ada amarah dalam dirinya, melihat indira hanya berdiri dengan laki-laki pun darahnya sudah mendidih apalagi kalau ada yang menggantikan posisi nya.


prayudha memperhatikan ada sekitar 6-7 orang yang berada di dalam gedung kosong ini.


Pintu di buka dari luar, Perkiraan indira tepat sasaran, Braga jaya praga datang menemui Gumilang yang hanya terdiam.


"Bertemu lagi dengan kakak senior..."Braga berdecak.


Indira dan prayudha terkejut saat, seseorang masuk dengan menggunakan pakaian serba hitam dan yang terlihat hanya kedua matanya.


orang itu melempar belati ke tubuh Braga. namun Braga menghindar dan menyerang seseorang tersebut.

__ADS_1


Indira dan prayudha masih mengintai di tempat persembunyian, indira mencoba mencari celah, dan berjalan berlainan arah dengan prayudha, Indira menggunakan instingnya, indira mengetuk tembok yang berada di dekatnya, tembok terbuka dengan cepat, indira masuk dan berada sangat dekat dengan Gumilang.


Indira membuka ikatan tangan dan kaki Gumilang dengan pisau, sementara seseorang itu terus diserang oleh Braga dan anak buah nya.


Gumilang menatap ke arah indira dan tersenyum.


indira memberikan Gumilang air minum dan memeluknya.


tanpa disadari oleh keduanya kalau salah satu anak buah Braga datang mendekat dan memukul indira dengan besi yang sudah ada di tangannya.


Gumilang menangkis pukulan besi tersebut dengan tangannya, Gumilang tidak akan membiarkan istri tercintanya terluka, namun Gumilang sempat berpikir, bagaimana kalau ada yang menggantikan posisinya, Gumilang berdiri dan menyerang orang tersebut tanpa ampun.


Indira masih berdiri di tempat, indira merasakan ada denyutan di bagian perut bawahnya.


indira menarik napas panjang dan menghembuskan nya berkali-kali.


Braga berhadapan dengan Gumilang, seseorang tersebut menghampiri indira dan memeluk bahu indira kemudian membawanya keluar dari sana.


anak buah Braga sudah tumbang di amuk Gumilang, kini Braga pasrah jika harus mati di tangan Gumilang..

__ADS_1


"Aku tidak kan membiarkan kamu mati...dokter Braga...tapi aku akan membuatmu tetap hidup agar kamu bisa bertaubat"Gumilang menatap Braga.


di situasi yang sulit pun, pikiran Gumilang tetap jernih. Gumilang masih memikirkan bagaimana kehidupan Braga jika gumilang membuat Braga cacat fisik.


Gumilang menghela napas.


"Pergilah dari sini Braga...jangan pernah menampilkan wajah mu di kota ini lagi...atau aku akan membuat kehidupan mu semakin sulit"Gumilang menatap Braga dan anak buahnya yang lari tunggang langgang.


Prayudha masuk dan hanya menggaruk tengkuknya yang memang tidak gatal.


"Terlambat..dimana indira mas gum"ucap prayudha membuat Gumilang kebingungan.


"Maaf siapa anda..bagaimana anda bisa mengenal saya"Gumilang tetap siaga.


Prayudha membuka penutup kepala dan tersenyum pada Gumilang.


Gumilang tersenyum, Gumilang yakin orang yang memberinya minum dan memeluknya adalah istrinya, pelukan hangat seperti itu hanya milik indira.


Gumilang mengedarkan pandangannya ke semua ruangan, namun indira sudah tidak ada di tempat itu karena di bawa oleh seseorang yang berpakaian hitam juga.

__ADS_1


__ADS_2