
"Bu...ada yang harus saya tanyakan ke ibu??"
"mau nanya apa nak??"darmi menatap dalam pada wajah Gumilang yang lemas.
"Apa ibu tahu siapa yang membuat dokter aruna dan dokter prayudha berada dalam satu kamar"
Deg..wajah darmi pucat pasi. Rahasia besar yang ditutupi selama ini harus terbongkar.
Glek..darmi menelan ludahnya dengan kasar.
"sudah waktunya kesalahpahaman ini diselesaikan, dokter Aruna dan dokter prayudha, berada dalam satu kamar itu dilakukan oleh adik dari pak Prambanan, wanita itu...ingin nama baik dokter Aruna tercemar, wanita itu ingin harga dan citra diri dokter Aruna menjadi buruk di mata kedua orangtua dokter prayudha...dan wanita itu akhirnya berhasil, setelah pak Prambanan tahu hal itu, pak Prambanan marah besar, pak Prambanan sangat menyukai dokter Aruna...dan yang selama ini diam-diam membantu dokter Aruna dalam masalah ekonomi ya pak Prambanan....mungkin di sini yang paling diuntungkan oleh dokter prayudha, takdir yang baik selalu mengarah padanya, dokter prayudha adalah orang baik...dan Allah selalu memudahkan urusannya ketika beliau menginginkan sesuatu dan untuk adik pak Prambanan sendiri, beliau mendapatkan balasan dari perbuatannya sendiri" Bu darmi menghela napasnya dengan panjang, air mata mulai berjatuhan tanpa diminta.
Aruna dan prayudha yang mendengarkan penuturan bu darmi dari kamar saling berpelukan.
Indira terbangun dan menatap kedua orangtuanya itu yang sedang berpelukan.
"Ma..aku dimana??"lirih indira membuat prayudha dan Aruna saling melepaskan diri.
"di rumah bu darmi sayang"
__ADS_1
"oh..ini sudah pagi ya, aku mau sholat subuh dulu ya ma"
Indira melaksanakan sholat subuh di kamar tanpa tahu keberadaan Andara dan Gumilang.
Jam 9 , indira keluar dari kamar dan melihat Gumilang tidur diatas sopa panjang dengan Andara ada dibawah sopa tersebut.
"Aneh..kak Andara...sopa masih banyak tidur di bawah"indira menggelengkan kepala sambil melintas dari sana.
Gumilang yang mendengar suara istri tercintanya pun terbangun.
"Ra...indira sayang"Gumilang memanggil indira yang sedang membuatkan kopi buat suami dan kakak nya itu.
"iya...kamu gak ke rumah sakit hari ini??"
"gak mas...gak ada jadwal praktek juga sih, kenapa??"
"sini..mas mau peluk dulu...mas kangen sama sayang..."
indira tertawa melihat kelakuan suaminya itu.
__ADS_1
Andara terbangun dan melempar Gumilang dengan bantal sopa.
"kalau mau pamer kemesraan sana di kamar, gak ada akhlak emang nih adik ipar "
"ih ngenes...gak ada yang peluk ya An..."Gumilang ngeledek Andara.
"Ma...mama...mama"Andara memanggil Aruna seperti anak kecil yang akan meminta permen.
Aruna mendekat dan duduk di sopa.
"Kenapa kamu teriak manja begitu"
"pengen dipeluk juga seperti onoh tuh"
"ya ampun an...kamu udah punya anak dua juga, gak malu kamu sama umur..dasar"prayudha menimpali dan melempar Andara dengan bantal sopa.
"kalau mama gak mau peluk, sama ayah juga gak apa-apa kali yah..gak usah gengsi"Andara bangun dan memeluk prayudha yang diam saja.
Prayudha memeluk Andara dengan hangat.
__ADS_1
"Selesaikan segera masalah ini an, ayah gak mau terjadi apa-apa sama kalian berdua..ayah dan mama juga gak bisa selamanya bersama kalian, apalagi bu darmi dan suaminya sudah usia lanjut, jangan sampai lapor polisi, karena ini masalah keluarga Bramantyo"