Pesona Indira

Pesona Indira
15


__ADS_3

Setelah ibu asrama keluar, Yani mendekati Indira yang sedang merapihkan buku kuliahnya


"Ra...maaf ya..aku gak sadar kalau itu ikat pinggang kamu..."Yani meminta maaf dengan wajah memelas.


"iya kak...gak masalah...besok aku minta lagi sama dokter Andara"indira tertawa melihat wajah Yani yang langsung cemberut.


"Pengen dong di kasih sesuatu sama dokter Andara...kalau aku dengan dokter Andara .itu kategorinya berondong ya Ra..."Yani melihat ke arah Indira yang terkekeh.


"kak boleh gak aku kasih saran"


"saran apa Ra???"


"Laki-laki itu suka dengan wanita yang sulit dikejar, bukan wanita yang menyerahkan dirinya begitu saja"


"lah lagian siapa yang mau menyerahkan diriku ke dokter Andara...aku bilang dokter Andara berondong...ih nih anak...kalau lagi bingung suka gak nyambung"Yani kembali ke tempat tidur dan langsung tengkurap.


"kok jadi aku yang gak nyambung...dasar kak Yani ini" Indira menunjuk dirinya sendiri.


tok...tok..tok...


"Assalamualaikum"


"waalaikumus salam"Indira menjawab dengan setengah berteriak. sengaja biar Yani gak tidur

__ADS_1


"siapa sih Ra...kapan kita istirahat nya sih"


"kak Yani mau istirahat ya"


"iya lah...emang kamu gak mau istirahat"


"Ya mau kak...buka jangan nih"


"buka aja....siapa tahu ..nganterin makanan ..malas keluar lagi nih...udah mendung"


"mendung gak berarti hujan kak"


"lah lagian siapa yang bilang kalau mendung itu pasti hujan"


"ih kak Yani nyebelin...Sama kayak orang semalam"


'iya kak...iya"


"Mama"Indira bergumam namun masih terdengar jelas di telinga Aruna.


Aruna tersenyum...ada rasa bahagia yang membuncah di dalam hatinya.indira memanggilnya "mama".


Aruna datang bersama Andara dengan membawa makanan kesukaan Indira...ayam mercon dan daging rendang.

__ADS_1


"Siapa Ra???"tanya Yani turun dari tempat tidurnya.


"eh Bu Aruna...silahkan Bu..maaf...kamarnya berantakan"ucap Yani ramah


Aruna dan Andara pun masuk ke dalam kamar yang cukup luas untuk mereka berdua


"Tadi saya dapat info dari ibu asrama...semalam kamar kalian ada yang mencongkel jendelanya ya"


"bukan nyongkel lagi Bu..orangnya masuk kesini dan katanya disuruh..siapa Ra...Pramono ya!!!"Yani berkata dengan lantang.


"kalian tidak apa-apa kan"Aruna tampak panik


"Alhamdulillah Bu.. Allah SWT masih melindungi kami"Indira menoleh ke arah Aruna yang tampak cemas.


"loh kok..ikat pinggang ini dipotong sih Ra"tanya Andara melirik ke arah Indira yang sedang bersama ibunya itu.


"itu buat ngikat orang semalam dokter...eh lupa main potong aja...saya kira punya saya ternyata punya Indira"Yani terkekeh dengan ketidak tahuannya itu.


"oh...gak masalah lah...yang penting kalian berdua selamat' Andara membawa potongan ikat pinggang itu dan dimasukkan ke dalam ranselnya


"Bu Aruna kenal dengan Pramono Bu"Yani kembali bertanya kepada Aruna yang menghela napas panjang.


"Pramono adalah orang dari masa lalu saya, saya tidak pernah tahu apa yang dia inginkan dari saya, tapi saya mohon jika ada sesuatu dengan Indira...kamu segera kasih tahu saya atau Andara"Aruna menatap Yani yang terlihat makin bingung.

__ADS_1


"jauh amat ya Bu ..kalau ibu asrama dulu boleh ya Bu ..yang saya tahu ..ketika ada sesuatu...mencari orang yang terdekat ya"


"ya...makanya saya dan Andara akan tinggal disini"


__ADS_2