
"Wah...Indira ...aku bisa jatuh cinta nih sama kamu...cara berpikir kamu sederhana dan masuk logika aku nih...wah kira-kira laki-laki mana dan seperti apa yang akan menjadi suamimu kelak"listyani bertepuk tangan karena senang mendengar apa yang diucapkan oleh Indira.
"Aku sih tidak punya kriteria kak...yang penting laki-laki itu mengutamakan Allah dalam setiap langkahnya..dan mencintaiku karena Allah"
"gak minta yang kaya ya"
Indira menggelengkan kepala dan tersenyum.
"kaya itu hanya titel orang-orang di dunia kak...kaya dalam arti yang sebenarnya adalah mampu berbagi dengan mereka yang membutuhkan"
"kalau semua penduduk di bumi..cara berpikirnya seperti kamu..aku rasa orang yang hidup miskin hanya 1% Ra dari total keseluruhan penduduk di bumi Ra"
"insya Allah kak..ayo tidur...biar besok bisa sholat subuh"
"siap Bu ustadzah Indira...terima kasih banyak atas tausiyah nya malam ini..semoga bermanfaat ya Ra...selamat malam Ra..mimpi indah ya"
"Aamiin.. barrakallah ya kak...baca doa biar gak mimpi buruk"
"siap komandan..love u"listyani menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk sarang Hae...Indira hanya menggelengkan kepalanya dan mematikan lampu di samping tempat tidurnya.
Jam 3 Indira sudah bangun untuk melaksanakan sholat tahajud, kemudian membaca Alquran.
__ADS_1
menjelang subuh, Indira membangunkan listyani,hampir setengah jam Indira menggoyangkan badan listyani namun yang dibangunkan malah tersenyum.
"kak Yani..kak...sholat subuh kak...kak"
Akhirnya Indira menyerah dan melangsungkan sholat subuh dan membaca Alquran.
jam setengah 6, Indira membangunkan listyani lagi..namun yang dibangunkan tidak juga bergeming
akhirnya dengan tersenyum geli, Indira berbisik ditelinga listyani "Saatnya makan ".
Listyani langsung terduduk "ayo Ra kita makan"
listyani berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi.
jam setengah 7, keduanya pergi ke kantin untuk sarapan.
baru duduk, Indira sudah disuguhi sarapan sehingga membuat Indira tertegun.
"ini sudah dipesan oleh dokter Andara, buat Bu dokter Indira dan dokter Yani,silahkan Bu"ucap petugas kantin.
di bawah piring ada sebuah kertas, bahwa Indira diminta menghubungi ke nomor ponsel tersebut setelah sarapan.
__ADS_1
"dokter Andara lagi...wah menunya spesial..nasi goreng plus telor ceplok pake acar dan penuh cinta...apa rasanya ya ini"Listyani pun menyendokkan nasi goreng tersebut ke dalam mulut mungilnya dan melahapnya sampai habis.
Indira membaca doa sebelum makan,dan memakannya dengan elegan.
listyani memandang Indira dengan takjub, sungguh luar biasa kepribadian Indira ini, dimana pun berada selalu bertindak penuh kesopanan.
Listyani jadi malu sendiri karena sudah berprilaku yang tidak baik.
"sungguh manisnya oy..wanita Soleha ini..."ucap Listyani tersenyum
"kak Yani kenapa???"
"kamu makan begitu anggunnya, belajar darimana Ra...cara makan kami itu seperti siapa ya...aku pernah lihat tapi dimana...kok aku jadi pelupa ya Ra"listyani berpikir dengan menaruh jari telunjuknya di pelipis kepala.
"sudah kak masih pagi jangan banyak berpikir...oh ya hari ini kak Yani, jaga dimana???"
"aku...di UGD selama 2 Minggu ,kamu dimana Ra??"
"aku di bagian ruang perawatan geriatri kak"
"wah...yang sabar ya menghadapi lansia...kemarin aku juga di bagian lansia...kalau masih ada...ada pasien di ruang mawar yang belum pulang juga sudah hampir satu bulan Ra...katanya sih anak-anaknya gak mau ngurus"
__ADS_1