Pesona Indira

Pesona Indira
49


__ADS_3

"bagaimana ma..yah...apa idenya mas gum bisa dilaksanakan atau bagaimana??"


"baiklah tapi apapun yang terjadi kamu dan Gumilang harus cerita sama kami...jangan sampai kehilangan kontak dengan kami...oh ya nanti andara kesini untuk bahas masalah tadi...Andara kan masih punya peran sebagai direktur utama disana"


baru saja prayudha bicara, Andara sudah datang dengan gaya nya yang selalu tampak tenang.


"Assalamualaikum semua..maaf baru datang..biasa bikin proyek dulu"


"waalaikum salam"jawab semuanya serentak.


"Loh kok cuma ada dua gelas sih ra...buat kakakmu yang sangat tampan ini gak disuguhkan apa-apa"


"gak ada lagi gelasnya" jawab indira ketus dan hanya mendelik melihat kelakuan kakaknya itu.


"Masa iya...gak ada gelas mah pake panci aja biar langsung kenyang"


Gumilang hanya tersenyum dan berdiri ke dapur untuk mengambilkan minum untuk dirinya, indira dan Andara.


"Nah gitu dong...nih namanya adik ipar yang sayang sama kakak iparnya"Andara mengambil satu gelas air minum yang masih di pake nampan.


melihat kelakuan Andara yang seperti itu, Aruna hanya memijit pelipis dan menyenderkan tubuhnya ke sopa.


"An...kamu pasti tahu lah...selama kamu menjabat jadi direktur utama...ada gak ruangan yang sama sekali belum pernah kamu lihat"

__ADS_1


"ada"


"Dimana??"tanya semuanya serempak


"Di hati mu"Andara tertawa keras membuat indira melempar bantal ke wajah andara.


"ish...kamu mah sensitif banget sih ra...gak bisa bercanda ya kamu"


"lagian orang nanya serius masih aja bercanda"


"iya ayah..maaf..maaf.."


indira menatap gemas pada kakaknya itu.


"Ra..kamu kan sering tuh punya pasien di ruangan kusuma...kalau kamu sadar, dibelakang tempat tidur kusuma yang dekat jendela...ada seperti pintu setengah"


"iya itu"


"bukannya itu jalan buat ke ruangan sarana dan prasarana ya kak...waktu itu aku bertemu sama orang, yang lagi bawa tangga...pas aku tanya katanya lagi memperbaiki AC yang mati di kusuma padahal AC di ruangan kusuma tidak bermasalah"


"ya..ya..ya...nanti malam jam 2 kita kesana ya..."ucap Andara melirik Gumilang.


Gumilang menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


"Aku boleh ikut gak kak"tanya indira ke Andara yang sedang menyeruput teh manis yang dibuatkan oleh Gumilang tadi.


********


Jam 1 malam...Andara sudah berada di dalam rumah sakit ya karena Andara ada tugas di kamar operasi.


Ada dua orang yang harus di lakukan tindakan oleh Andara.


Setelah selesai, Andara meluruskan kakinya di bawah lantai di ruang istirahat dokter.


Gumilang mengirim pesan lewat WA, memberitahukan bahwa Gumilang dan indira sudah berada di dekat ruangan kusuma.


ruangan kusuma memang sedang kosong, tapi didalam pintu hitam itu seperti ada kehidupan.


Indira, gumilang dan Andara masuk saat pintu ada yang membuka dari dalam.


indira tampak terpaku saat menyadari bahwa ruangan itu bukan hanya sebuah ruangan biasa..tapi ruangan bawah tanah yang di desain khusus untuk bersembunyi.


dari pertama masuk, indira sudah menghitung ada sepuluh kamar yang berbeda.


ketiganya sudah berada di ujung kamar paling besar dari semuanya.


Pintu terbuka lebar, di sana tampak banyak orang yang hadir, tapi darimana mereka masuk.

__ADS_1


Gumilang dan indira saling menoleh.


Andara mengerutkan dahinya, andara bingung semenjak kapan ada tempat seperti ini.


__ADS_2