Pesona Indira

Pesona Indira
13


__ADS_3

Di dalam asrama, Indira tampak gelisah...yang dirasakannya tidak karuan,listyani sudah tidur pulas namun dari arah jendela terdengar suara orang yang sedang berbisik.indira turun dari tempat tidur dan membangunkan Listyani dengan cipratan air di dalam gelas.


listyani menatap Indira dengan bingung, Indira menaruh jari telunjuknya didepan wajahnya.


listyani menoleh ke arah jendela yang sepertinya sedang dibuka oleh orang lain.keduanya bersembunyi di samping lemari.


krek...jendela terbuka lebar...dua orang masuk ke dalam kamar dan mengacak-acak isi lemari.


namun nihil apa yang mereka cari tidak ada di dalam lemari, mereka pun mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, Indira dan listyani hanya tersenyum melihat wajah kedua orang yang ditutupi oleh kain penutup itu tampak kaget.


"ternyata dua orang cantik, beruntunglah kita"ucap salah satu orang tersebut.


orang itu menghampiri dan akan mencekal lengan listyani namun dengan sigap listyani membanting orang tersebut dengan ringan.


disaat listyani sedang melawan orang tersebut, yang lainnya mengeluarkan sebuah pisau dan akan menusuk listyani dari arah samping. melihat itu Indira menendang lengan orang tersebut dan menjauhkan senjatanya.


setelah keduanya dibekuk, dan diikat menggunakan ikat pinggang, Indira menghampiri dan membuka kain penutupnya.


"Siapa yang menyuruh kalian"ucap listyani yang mendahului Indira. Indira mengulum senyumnya. listyani mempunyai wajah cantik seperti Barbie..tapi kelakuan seperti mafia level yakuza.

__ADS_1


Indira pun merasa merinding,mendengar ucapan listyani barusan.


"Kalian masih mau hidup atau berakhir di kantor polisi...cepat!!!!...saya hitung sampai 5..kalau tetap bungkam terpaksa pisau ini akan menyayat wajah kalian"


"1....2....3.....4....."listyani mulai menghitung


"kami disuruh oleh Pak Pramono Bu"listyani melirik ke arah Indira.


"Kamu kenal siapa Pramono Ra"


"entahlah, aku tanya sama seseorang dulu kak"indira hanya mengangkat kedua bahunya.


"terserah kakak,aku manut aja"Indira melirik listyani yang sedang berfikir..


listyani mengambil pisau yang tadi terjatuh,dan dilepaskannya ikatan yang tadi melilit mereka.


"pergilah sebelum kami berubah pikiran dan ingat!!!namaku listyani...kalau kalian mau bawa pimpinan kalian...temui kami disini"ucap listyani lantang.


kedua orang itu lari meninggalkan wanita cantik namun menyeramkan.

__ADS_1


Indira menepuk bahu listyani dengan lembut.


"istighfar kak...istighfar...kita sholat subuh yuk"Indira berjalan terlebih dahulu ke dalam kamar mandi.


keduanya melakukan sholat subuh berjamaah di mesjid dekat asrama yang memang sudah disediakan disana.


setelah sholat subuh, listyani belum bergerak juga..hatinya terpaut oleh suara yang sedang mengaji.


Indira mengedarkan pandangannya, dilihatnya ada seorang laki-laki berparas tampan, sedang melantunkan surah Al Waqiah.


Indira tersenyum, menatap listyani yang sudah tenang.


Setelah selesai mendengarkan orang membaca Al Qur'an, Indira menggoyangkan bahu listyani.


"Apa"listyani menoleh dengan wajah polosnya


"kita ke kampus kak...kalau hati kak Yani masih disini bagaimana kita bisa ke kampus"


"Haah...Hati... Astaghfirullah Al adzim....gak tahu kenapa sejak aku mendengarkan laki-laki itu melantunkan ayat suci...hati aku seperti keluar dari tubuhku Ra...aku mendapatkan ketenangan yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan...dan suara laki-laki ini seperti suara seseorang yang dulu pernah aku dengar waktu aku masih sekolah SMP dulu"

__ADS_1


__ADS_2