Pesona Indira

Pesona Indira
34


__ADS_3

"sudah...apapun keputusan indira kita harus tetap menghormatinya...mungkin indira tidak enak baru masuk sudah cuti"prayudha menepuk bahu Andara dan mencium pipi Aruna dengan lembut.


"Ayah..."indira memeluk prayudha dengan hangat.


"loh kok ayah yang dipeluk ra...suamimu ntar cemburu loh"prayudha memandang wajah Putri tersayang nya.


Selesai acara...gumilang membawa indira ke sebuah rumah sederhana, hanya dua kamar tidur dan satu kamar mandi, dapur yang sederhana dan perkakas dapur yang sederhana pula.


"Hanya ini yang bisa aku kasih sama kamu ya ra, maaf kalau kamu tidak suka"ucap gumilang memegang tangan indira.


"tidak apa mas...terima kasih sudah memberikan aku tempat yang sederhana...yang penting kita tidak kehujanan dan kepanasan"


Gumilang menatap indira dengan penuh kebahagiaan, wanita solehah yang selalu membuat hatinya sejuk.


"Apakah sudah siap untuk berlayar denganku ke peraduan cinta kita...sayang"ucap Gumilang mendekat membuat jantung indira berdebar.


"tunggu satu minggu lagi ya mas...aku lagi *MERAH*"


"peluk boleh ya"ucap Gumilang lagi


"iya bolehlah sini mas..."indira pun membuka kedua lengannya dengan tersenyum.


setelah Gumilang mendekat, indira berlari ke dalam kamar sambil tertawa.

__ADS_1


melihat kelakuan indira, Gumilang pun hanya tersenyum.


Gumilang menyusul ke kamar dimana indira berada, Gumilang tertegun saat indira membuka cadarnya.


Gumilang menelan ludahnya dengan kasar.


pantas saja indira menutup rapat wajahnya ternyata wajahnya secantik bidadari, hidung mancung, kedua bola mata yang indah dipadukan dengan bulu mata yang panjang dan lentik.


sungguh sempurna ciptaanMU ya Allah...Gumilang berbicara dalam hatinya.


indira menunduk merasa malu, pertama kalinya indira membuka cadarnya didepan laki-laki.


"Mas Gum...nih handuknya"indira memberikan handuk pada Gumilang.


Berada di dalam kamar dengan laki-laki yang sudah jadi muhrim nya pun, indira masih khawatir.


Setelah selesai mandi, Gumilang mencari indira du kamar namun indira tidak ada di kamar.


Gumilang keluar dari kamar dan berjalan ke arah dapur, indira sedang memasak untuk mereka berdua.


"Loh kok masak sih sayang...kamu gak cape???"Gumilang menatap indira yang sedang menata piring di meja makan.


"kata mama dan nenek...kewajiban istri loh mas...membuat suaminya kenyang"

__ADS_1


"masih nenek aja ya...panggil ibu dong sayang"Gumilang mengulum senyum melihat indira yang masih menyebut darmi dengan panggilan" nenek".


"oh ya...maaf mas...lidahnya belum terbiasa"indira tersenyum geli.


"Waw..masakan kesukaan aku semua ya...pintar kamu sayang"Gumilang duduk sambil menyuap kuah soto kesukaannya.


"kan aku diajari sama ne..eh ibu,mas"indira duduk didepan Gumilang sambil mengambil nasi ke piring Gumilang.


"oh ya sayang...minggu depan aku ambil cuti..kita pergi liburan kemana????"


"makan mas...nanti kita bahas selesai makan ya"indira menatap Gumilang dengan lembut.


Gumilang merasa sedang berhadapan dengan ibunya jika sudah seperti ini.


darmi paling tidak suka jika ada yang berbicara saat di meja makan.


Selesai makan, Gumilang ambil wudhu dan sholat di mesjid.


indira tertegun, saat ada nomor ponsel tidak dikenal yang menghubunginya.


sudah 3x ponsel indira berbunyi, namun indira tidak serta merta mengangkatnya.


"Assalamualaikum sayang...ini mas gum...minta tolong buka pintu depan dong❤❤❤"

__ADS_1


indira pun keluar dari kamar dan membukakan pintu untuk suaminya.


__ADS_2